Tunangan Terima Kabar Ali Gufron Tewas Melalui Facebook

"Tidak ada firasat apa-apa. Ia juga bilang akan mengantar penumpang ke Madura. Jemputnya sebelum masuk Jembatan Suramadu," ungkap ibu

Tayang:
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Yoni Iskandar
Surya/Ahmad Faisol
Junita (duduk paling kiri) menunggu proses pemulangan jenasah tunangannya, Ali Gufron di Kamar Mayat RSUD Syamrbu Bangkalan, Selasa (28/11/2017) 

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN - Terkuaknya identitas Ali Gufron (23), pemuda asal warga Gang Kemuning I/27, Kedinding Lor, Surabaya yang tewas dengan leher digorok berawal dari tunangannya, Junita (23) melalui media sosial Facebook Senin (28/11/2017) malam.

Tanpa berpikir panjang, ia langsung mengabari keluarga calon suaminya. Malam itu juga, rombongan keluarga Ali langsung menuju Mapolres Bangkalan.

Informasi yang dihimpun Surya, keluarga korban tiba di mapolres sekitar pukul 02.00. Rombongan lantas diantar dan bermalam di RSUD Syamrabu Bangkalan.

Dijumpai di ruang tunggu kamar mayat, Selasa (28/11/2017) pagi, Junita yang menggunakan long dress lengan panjang warna biru bergaris putih dan dipadu hijab warna hitam itu duduk di depan ruang tunggu kamar mayat.

Sesekali, kepalanya ia sandarkan ke tubuh anggota keluarganya. Ia mencoba untuk tegar. Kendati demikian, wajah sendunya jelas menyiratkan kesedihan dan pilu mendalam.

"Ia pamit akan mengantar penumpang ke Madura. Jemputnya sebelum masuk Jembatan Suramadu (sisi Surabaya)," ungkapnya dengan suara lirih dan tatapan kosong.

Tak hanya berpamitan ke Junita, Ali juga pamit ke ibunya. Pemuda yang berprofesi sebagai driver taksi online Go Car itu meninggalkan rumah pada Sabtu (25/11/2017) sekitar pukul 17.00.

"Tidak ada firasat apa-apa. Ia juga bilang akan mengantar penumpang ke Madura. Jemputnya sebelum masuk Jembatan Suramadu," ungkap ibu almarhum, Ny Maryamah (46).

Kegelisahan mulai menggelayuti pikiran Maryamah dana keluarganya setelah dua jam kemudian atau pukul 19.00, ponsel anaknya sudah tidak aktif. SMS yang dikirim pun tak dibalas.

"Biasanya jam 10 malam sudah di rumah. Selanjutnya kami mencari informasi ke teman-temannya," pungkasnya.

Ali menggunakan Toyota Avanza berwarna putih metalik nopol L 5137 PT. Mobil produksi 2017 itu disampaikan Maryamah baru delapan bulan bulan dibeli anaknya dengan cara mencicil.

Kapolsek Burneh AKP Rivai mengungkapkan, kepastian jenazah itu adalah Ali Gufron setelah pihak keluarga mengetahui ciri-ciri fisik jenazah.

"Kelurga juga membawa foto kopi KTP atas nama korban, foto kopi SIM A, selembar SKCK, foto kopi ijasah, foto korban, dan foto kopi STNK atas nama korban," ungkap Rivai kepada Surya.

Ia menjelaskan, terkuaknya identitas pemuda tersebut menjadi pijakan awal pihak kepolisian melakukan proses penyelidikan.

"Saat ini anggota polres di-back up anggota polda tengah di lapangan, babak baru dalam penyelidikan dimulai," pungkasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved