Cara Hindari Hipnotis atau Gendam, Jangan Lakukan Hal Ini di Tempat Umum
Kasus kriminal menggunakan cara hipnotis memang masih sering terdengar. Salah satunya seperti kasus gendam.
Penulis: Triana Kusumaningrum | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Triana Kusumaningrum
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kasus kriminal menggunakan cara hipnotis memang masih sering terdengar.
Salah satunya seperti kasus gendam.
"Gendam merupakan sejenis hipnotis, ilmu ini tidak melibatkan unsur gaib, namun unsur kejiwaan. Dapat dikatakan, gendam merupakan ilmu hipnotis tradisional," ujar Michael Seno Rahardanto, Dosen Psikologi di Universitas Katolik Widya Mandala (UKWM) Surabaya, Rabu (13/12/2017).
(Gak Bakal Nyangka, 10 Artis Korea yang Masih Eksis Ini Ternyata Berumur 40 Tahunan, Mana Idolamu?)
Dalam teori, hipnotis merupakan proses memisahkan kesadaran di mana satu bagian pikiran bekerja sendiri dan terlepas dari kesadaran lainnya.
Gendam sebagai bentuk hipnotis, juga bekerja degan cara yang sama.
Danto juga menjelaskan ada dua jenis gendam langsung atau hipnotis langsung, dan gendam tidak langsung dengan menggunakan media.
Untuk gendam langsung misalnya ketika penggendam menghipnotis korban dengan menepuk pundak mengacaukan fokus dan langsung memberikan instruksi.
(Ngaku Pecinta Kuliner? Cobain Nih 5 Makanan ‘Aneh’ Dunia, Mulai Sup Sarang Burung hingga Larva Semut)
"Penggedam biasanya mencari orang yang memiliki sugestivitas yang tinggi, artinya orang dalam kondisi relatif mudah dihipnotis," ujar Dosen Psikologi UKWM Surabaya tersebut.
Biasanya hal ini terjadi pada orang yang terlihat lelah, bingung, melamun, tampak ketakutan, atau tampak gelisah.
Mereka adalah orang-orang yang diincar penggendam.
Karena dalam kondisi tersebut, sugestivitas meningkat pesat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/hipnotis_20170305_235330.jpg)