Terkuak! Kamus Besar Bahasa Indonesia Mengenal 'Martabak Manis', Bukan 'Terang Bulan'
Nama 'Terang Bulan' dan 'Martabak Manis' sempat menjadi perdebatan di antara sebagian penggemar kuliner tanah air di media sosial.
Penulis: Anugrah Fitra Nurani | Editor: Anugrah Fitra Nurani
TRIBUNJATIM.COM - Nama 'Terang Bulan' dan 'Martabak Manis' sempat menjadi perdebatan di antara sebagian penggemar kuliner tanah air di media sosial.
Makanan kue dadar dengan taburan gula dan topping manis lainnya ini memang menjadi makanan khas di sebagian tempat di Indonesia dan Malaysia.
Kue yang satu ini punya berbagai nama di setiap tempatnya, namun di tengah masyarakat Jawa sendiri, kue ini lebih dikenal dengan sebutan 'Terang Bulan'.
Budaya Jawa yang terbilang sudah lumayan mendominasi media massa tanah air pun akhirnya menjadikan nama 'Terang Bulan' cukup dikenal di sebagian besar media.
(Jonghyun SHINee Berpulang - Kasus Bunuh Diri Tertinggi Dunia Ada di 5 Negara ini, Korsel Termasuk!)
Namun, mengingat ada sejumlah orang yang menyebut kue ini dengan sebutan 'Martabak Manis' membuat penggemar kuliner kue yang satu ini terbagi menjadi dua kubu.
Kubu 'Terang Bulan' mengaku di daerahnya tidak pernah ada yang namanya "Martabak Manis".
Menurut pandangan mereka, Martabak adalah makanan yang menggunakan bahan seperti telur dan daging.
Penyebutan "Martabak Manis" hanya merusak arti harfiah dari "Terang Bulan" itu sendiri.
Tapi perlu kamu tahu, di Kamus Besar Bahasa Indonesia tidak mengenal 'Terang Bulan' sebagai nama kue.
Di KBBI, Terang Bulan diartikan sebagai cahaya bulan, atau corak batik khas Pekalongan.
Sementara itu, kue dadar dengan taburan bahan manis dideskripsikan KBBI sebagai Martabak Manis.
Martabak Manis dideskripsikan sebagai makanan dari adonan tepung dan telur yang ditaburi kacang tanah dan coklat, selanjutnya dipanggang dan dilipat.
Kubu 'Terang Bulan' tak seharusnya sedih.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/martabak-manis_20171219_112202.jpg)