Bus Darmawisata SD di Sidoarjo Saat Lewat Solo, Siswa yang Menumpanginya Langsung Minta Pulang
Rombongan darmawisata SDN 1 Wangkal, Krembung, mengalami kecelakaan, Rabu (20/12/2017).
Penulis: Irwan Syairwan | Editor: Edwin Fajerial
TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Rombongan darmawisata SDN 1 Wangkal, Krembung, mengalami kecelakaan, Rabu (20/12/2017).
Salah satu bus terbakar di Solo ketika akan menuju Yogyakarta.
Kapolsek Krembung, AKP Saadun, mengatakan pada Selasa (19/12/2017) 49 orang yang terdiri 27 siswa kelas VI dan 22 guru memutuskan untuj berdarmawisata ke Kota Gudeg menggunakan bus dari armada PO Frizha.
"Ketika di Jalan Kartosuryo, Solo, salah satu bus mulai memercikan api dan sedikit terbakar. Kemudian ada bus lain (bukan bagian dari rombongan) yang ada di belakang menyalip dan memberitahukan kejadian itu," kata AKP Saadun.
Setelah diberitahu, bus yang terbakar langsung menepi. Awak bus langsung mengevakuasi para penumpangnya tepat sebelum api membesar dan melahap habis bus berwarna hijau tersebut.
Saadun menyatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Kendati demikian, rombongan siswa tersebut memutuskan untuk kembali ke Sidoarjo karena trauma.
"Sekarang sedang dalam perjalanan pulang," sambungnya.
Sementara itu, kantor PO Frizha di Tulangan tetap buka ketika dikunjungi Rabu siang. Namun, pemilik PO, Hafis, tidak ada di tempat karena langsung menuju Solo untuk menjemput rombongan kembali pulang.
"Begitu ada kabar, langsung berangkat ke Solo. Saya tidak tahu lagi kabar selanjutnya," kata salah satu resepsionis PO Frizha yang enggan disebut namanya.
Kepala Dishub Sidoarjo, Asrofi, menambahkan pihaknya November lalu baru saja melakukan uji KIR dan emisi ke seluruh armada PO Frizha. Hasilnya, seluruh armada bus tersebut sangat laik jalan.
Terkait terbakarnya bus tersebut, Asrofi menyatakan belum bisa menyimpulkan karena harus ada uji forensik terlebih dahulu.
"Armada PO Frizha lolos uji KIR dan emisi. Kalau penyebab kebakaran, kami harus mengecek dahulu atau minimal menerima laporan peristiwa itu," tukas Asrofi.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Sidoarjo, Mustain Baladan, mengaku sudah mendengar kabar terbakarnya SDN I Wangkal sejak pagi.
Dalam laporan yang diterima dari Kepala Sekolah SDN I Wangkal, yakni Suciningwati, para siswa meminta kepada guru-gurunya untuk pulang ke Sidoarjo.
"Anak-anak takut kenapa-kenapa jadi meminta untuk pulang," imbuh Mustain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-bus-pariwisata-ludes-terbakar_20171220_183814.jpg)