Dua Bocah di Tulungagung ini Tewas Terseret Arus Sungai Sayap Sengon
“Hari ini anak-anak kan libur sekolah. Jadi korban Rf ini ikut ke rumah neneknya,” ujar seorang warga bernama Nur.
Penulis: David Yohanes | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Rf (8) dan Kk (7) ditemukan meninggal dunia hanyut di Sungai Sayap Sengon, di Dusun Salam, Desa Notorejo, Kecamatan Gondang, Tulungaggung, Jawa Timur.
Diduga keduanya hanyut karena tidak bisa berenang, saat bermain di sungai ini pada Rabu (20/12/2017)
Menurut penuturan warga sekitar, orang tua Rf berasal dari Dusun Nglengkong, Desa Karanganom, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek.
Rf ikut orang tuanya, Abidin yang bekerja membuat genteng di Dusun Salam. Sementara Rf bermain di rumah neneknya.
“Hari ini anak-anak kan libur sekolah. Jadi korban Rf ini ikut ke rumah neneknya,” ujar seorang warga bernama Nur.
Saat ayahnya bekerja membuat genteng, Rf sempat bermain dengan neneknya. Kk yang tinggal tidak jauh dari rumah nenek Rf kemudian ikut bermain. Mereka kemudian bermain di tepi sungai bersama dua anak lainnya, Mv (7) dan Ib (7).
Rf dan Kk kemudian berenang di sungai dengan kedalaman 2,5 meter dan dalam 3 meter ini. Sementara Mv dan Ib hanya bermain di tepi sungai dan tidak ikut berenang. Saat tengah di dalam air, tiba-tiba Rf dan Kk tenggelam karena tidak bisa berenang.
“Mv dan Ib sempat lari ke rumah untuk mencari pertolongan. Jarak antara rumah dan lokasi itu sekitar 300 meter,” tabah Nur.
Seorang warga bernama Wava (23) yang mendapat laporan dua anak itu, langsung menuju lokasi. Wava segera menyelam ke dalam sungai di titik yang ditunjukkan. Tidak lama Wava menemukan kedua anak itu sudah meninggal dunia.
MU Resmi Kontrak Kapten Timnas Tajikistan
Kejadian ini membuat warga sekitar gempar. Beramai-ramai warga mengevakuasi Rf dan Kk. Kanit Reskrim Polsek Gondang, Aiptu Heru Gunawan Irianto membenarkan meninggalnya Rf dan Kk.
“Warga sempat berupaya memberikan pertolongan, tapi korban memang sudah meninggal dunia karena terlambat ditolong,” ujar Heru.
Heru menambahkan, pihaknya dibantu tim medis sudah memeriksa jenazah Rf dan Kk. Dari fisik keduanya, dipastikan tidak ada tanda kekerasan lain. Dipastikan keduanya meninggal karena tenggelam.
Pihak keluarga juga sudah menerima kejadian ini sebagai musibah. Mereka meminta jenazah Rf dan Kk langsung dimakamkan. “Tidak ada unsur penganiayaan, murni kecelakaan karena tenggelam,” pungkas Heru. (Surya/David Yohanes)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-tenggelam-ilustrasi_20170207_141324.jpg)