Kisah Albert Einstein Pernah Tolak Tawaran Jadi Presiden Negara yang Sekarang Dibenci Orang

Siapa sangka Albert Einstein pernah ditawari menjadi presiden sebuah negara? Negaranya sekarang sudah jadi yang dibenci banyak orang.

Editor: Januar
Istimewa
Albert Einstein 

Karena tak dapat pekerjaan mengajar, ia menerima posisi sebagai asisten teknik di Swiss Patent Office.

Dan empat tahun kemudian ia meraih gelar doktor.

Di waktu luangnya selama di Patent Office, Einstein melahirkan karya luar biasa. Tahun 1909, ia menjadi Profesor Luarbiasa di Zurich.

Dua tahun kemudian Einstein menjadi professor Fisika Teori di Praha.

Tahun 1912, Einstein kembali ke Zurich untuk posisi lama yang ia tinggalkan.

Dua tahun kemudian Einstein ditunjuk menjadi Direktur Kaiser Wilhelm Physical Institute dan Professor di University of Berlin.

Di tahun yang sama ia kembali menjadi warga negara Jerman dan tinggal di Berlin hingga 1933.

Karena tekanan rasial yang dilancarkan Nazi, ilmuwan berdarah Yahudi ini lalu meninggalkan kewarganegaraannya dan pindah ke AS.

Di sana ia menjadi Professor Fisika Teori di Universitas Princeton.

Meskipun terhitung sosok yang cinta damai, Einstein setuju dengan aksi militer menentang Hitler.

Tanpa ribut-ribut, ia membantu para pengungsi Yahudi ke AS.

Tanggal 2 Agustus 1939, sebelum Perang Dunia II dimulai, Einstein mendapat info tentang upaya Jerman merancang bom atom.

Info yang didapat dari rekan ilmuwan Leo Szilard itu kemudian ia sampaikan kepada Presiden Franklin D Roosevelt melalui sebuah surat.

Einstein bersama rekan-rekan ilmuwan mengungkapkan bahwa Jerman tengah memurnikan Uranium-235.

Pemeritah AS pun segera mengupayakan “Proyek Manhattan”. Proyek ini bertujuan mempercepat produksi bom atom.

Sumber: Intisari
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved