Breaking News

Siang Hari di Ruang Kelas, Guru SD ini Leluasa Perkosa Siswinya, Aib Terbongkar Secara Tak Sengaja

Tindakan bejat dan amoral yang dilakukan guru terhadap siswinya kembali, bahkan makin tragis, karena korbannya masih siswi SD.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Mujib Anwar
Istimewa
ilustrasi pemerkosaan 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Tindakan bejat dan amoral yang dilakukan guru alias pendidik terhadap siswinya kembali terjadi di Lamongan.

Setelah Alief Abdul Haris, Kepala Sekolah SMK swasta di Made Lamongan memperkosa calon siswanya.

Kini muncul lagi seorang pendidik yang tega menyetubuhi siswinya. Korbannya adalah, SA (13), siswi asal Desa Pucuk/Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan.

Sedangkan pelakukan adalah Arif Budiman (40), seorang guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau setingkat SD. 

Perbuatan cabul itu dilakukan Budiman yang juga warga Pucuk, kepada SA sekitar satu setengah bulan yang lalu.

Gara-gara Seragam Sekolah, Kepala SMK di Lamongan Keenakan Cabuli dan Perkosa Calon Siswanya

Selama itu pula, si guru ini seolah tanpa punya salah dengan apa yang dilakukan dan telah merenggut masa depan anak didiknya.

Dia tetap mengajar hingga menjelang masa liburan kemarin.

Namun seperti pepatah, sepandai-pandai orang membungkus terasi akan tercium baunya.

Kini tindakan bejat guru MI terbongkar. Awalnya dari pesan pendek atau SMS yang dikirim pelaku ke korban.

Ternyata, persetubuhan itu terjadi Minggu (19/11/2017) sekitar pukil 13.00 WIB di ruang kelas lantai II sekolah MI yang berada di Kecamatan Pucuk ini.

Terungkap, Dibumbui Asmara, Cewek Ingusan ini Bunuh Sadis Siswi SMA Lalu Membuangnya ke Hutan

Driver Ojek Online ini Ketagihan Jual Istrinya Layani Seks Bertiga, Alasannya Bikin Ngilu

Setelah berlangsung selama sekitar satu setengah bulan, pada Kamis (28/12/2017) pukul 12.00 WIB, Tr (42) keluarga korban mendapat kabar dari adik iparnya M Faris Solikin, bahwa anaknya yang bernama SA ternyata telah diperkosa oleh gurunya, bernama Arif Budiman.

Mendengar kabar tersebut, Tr, orang tua korban terkejut dan marah. Dia juga tidak percaya anaknya yang masih duduk di kelas VI MI itu telah dinodai oleh gurunya sendiri.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved