BPS Sebut PKH dan Rastra Kemensos Terbukti Turunkan Angka Penduduk Miskin

Badan Pusat Statistik menyebutkan, PKH dan Rastra yang digulirkan pemerintah melalui Kementerian Sosial efektif menurunkan angka kemiskinan

Penulis: Adeng Septi Irawan | Editor: Dwi Prastika
ISTIMEWA
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa asik menggendong anak kecil saat menyerahkan bantuan di Kota Mataram, Jumat (24/11/2017) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com Adeng Septi Irawan

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Badan Pusat Statistik menyebutkan, Program Keluarga Harapan (PKH) dan Beras Sejahtera (Rastra) yang digulirkan pemerintah melalui Kementerian Sosial efektif menurunkan angka kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran antar penduduk (gini rasio).

Melalui siaran persnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mengakui jika dua program unggulan tersebut berdampak signifikan terhadap penurunan angka kemiskinan dan gini rasio.

Dilansir dari data Badan Pusat Statistik (BPS), hingga September 2017, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan) di Indonesia mencapai 26,58 juta orang (10,12 persen).

(Pilih Berdiri dalam Bus Meski Banyak Tempat Duduk Kosong, Alasan Wanita Ini Bikin Terenyuh)

Dari data itu diketahui jumlah tersebut berkurang sebesar 1,19 juta orang dibandingkan dengan kondisi Maret 2017 yang sebesar 27,77 juta orang atau sekitar 10,64 persen.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menuturkan, akan melakukan perluasan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

"Dijadwalkan mulai bulan Februari 2018. Perluasan BPNT menjadi 10 juta terbagi dalam empat tahap yakni Januari-Februari, April-Mei, Juli-Agustus, dan Oktober-November," kata Khofifah Indar Parawansa dalam siaran persnya, di Jakarta Rabu (3/1/2018).

(Muhammad Iqbal, Pemain Sinetron ‘Pesantren & Rock N Roll’ Meninggal Dunia, Begini Kisah Hijrahnya)

Masing-masing penambahan sejumlah 2,5 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di tiap tahapan.

Setiap bulan, KPM akan menerima Rp 110.000 yang dapat ditukarkan beras dan telur.

"Di tahap awal, perluasan BPNT dilaksanakan di 29 Kabupaten/Kota," tuturnya.

Dirinya mengatakan, saat ini sudah berjalan di 44 kota, dengan sasaran sebanyak 2.660.989 KPM.

Targetnya di bulan Oktober 2018 mampu mencapai 10 juta KPM.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved