Hari Dharma Samudera 2018, Laksamana TNI Ade Supandi Ingatkan Jangan Sampai Mengulang Sejarah
Kegiatan tahunan itu diperingati dengan upacara tabur bunga di perairan Selat Madura menggunakan KRI Makassar 500 pada Senin (15/1/2017).
Penulis: Pradhitya Fauzi | Editor: Alga W
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Ade Supandi, bersama sejumlah rekan, prajurit, dan tamu undangan, memperingati Hari Dharma Samudera 2018.
Kegiatan tahunan itu diperingati dengan upacara tabur bunga di perairan Selat Madura menggunakan KRI Makassar 500 pada Senin (15/1/2017).
Pasca hal itu, Ade mengatakan, pihaknya melaksanakan kegiatan serupa untuk mengenang jasa pahlawan yang gugur di medan perang.
"Ini adalah yang ke-56 tahun," kata Ade.
Gelandangan Ganteng Dikeroyok 2 Remaja Hingga Tewas, Percakapan Pelaku dalam Rekaman Bikin Geram
Ia menerangkan, tujuan dari ketiga kapal yang perang kala itu beserta beberapa unsur lainnya untuk melakukan penetrasi ke Papua.
Pada waktu itu, armada yang dimiliki tidak sebanding dengan musuh, hingga akhirnya gugur dalam medan perang.
Di situlah salah satu fenomena perang laut, kendati ada gerilya, namun dalam situasi yang ada saat ini, Ade menerangkan hal serupa menjadi sangat kecil kemungkinan di laut.
"Ya karena teknologi sekarang sudah sangat maju, misalnya ada satelit dan drone, kesimpulannya adalah kapal perang harus memiliki teknologi yang maju," imbuhnya.
Terungkap, Ini Pekerjaan Marion Jola Saat Masih di Kampung Sebelum Audisi, Bak Seorang Profesional
Tak hanya itu, TNI AL menurut Ade haruslah memiliki kemampuan untuk berbagai dimensi peperangan, mulai di atas air, bawah air, udara, sampai peperangan kapal anti permukaan dan peperangan cyber (dunia maya).
Ade menegaskan, generasi penerus bangsa jangan sampai mengulangi sejarah-sejarah terkait hal serupa.
"Harus betul-betul meningkatkan profesionalisme prajurit dan teknologi, saya sering sampaikan bahwa Alutsista KRI harus mumpuni," terang Ade.
Sebab, pada peperangan mendatang, menurutnya akan bersifat proxy atau tidak dalam konteks perencanaan yang panjang.
Bahkan, dapat berdampak pada hubungan antarnegara.
Orangtua Meninggalkannya Usai Dilahirkan karena Jelek, Pria Ini Sekarang Menginspirasi Jutaan Orang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/kasal-laksamana-tni-ade-supandi-di-geladak-kri-makasar-500_20180115_135541.jpg)