Terus Disuruh Setor Upeti ke Pengacara, PKL di Tulungagung Menjerit dan Inilah yang Terjadi
Tak tahan terus dikutip uang setorang oleh pengacara membuat para PKL akhirnya menjerit dan berontak.
Penulis: David Yohanes | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Para pedagang kali lima (PKL) di area Pinggir Kali (Pinka) Ngrowo, Kabupaten Tulungagung mengeluhkan iuran Rp 5000 per hari.
Iuran itu dibayarkan ke seseorang yang mengaku berprofesi sebagai pengacara.
Diungkapkan seorang pedagang, Topik, pengacara itu awalnya mengaku sebagai pihak yang mengusahakan berdirinya area PKL di Pinka.
Pinka adalah Ruang terbuka hijau dan jogging track, yang disulap menjadi wisata kuliner saat malam.
“Penjelasan yang kami dapatkan, kataya dulu dia yang melobi ke Dinas PU, sampai kemudian bisa berdiri tiga titik PKL di Pinka,” tutur Topik, Kamis (18/1/2018).
Astaga, Asmara Diduga Penyebab Evi Nekat Ajak Tiga Anaknya Bunuh Diri
Pilih Bolos Sekolah dan Terjaring Razia, Pelajar di Kota Blitar Malah Simpan Gambar Porno
Iuran Rp 5000 per hari itu sudah dipungut sebelum bangunan khusus PKL didirikan. Awalnya jika bangunan itu sudah berdiri, pungutan akan dihentikan. Pungutan dimulai sekitar bulan Agustus 2017.
Namun ternyata pungutan terus berlangsung tempat berdagang PKL selesai dibangun. Informasi terbaru, iuran akan tetap diberlakukan selama satu tahun enam bulan.
“Bilangnya uang jasa karena usahanya dia melobi ke PU,” tambah Topik.
Iuran sempat berhenti, karena pungutan itu sempat diketahui wartawan. Namun kini lagi-lagi para pedagang mendapat pemberitahuan, pungutan akan diberlakukan. Besarannya sama, Rp 5000 per hari.
Astaga, Asmara Diduga Penyebab Evi Nekat Ajak Tiga Anaknya Bunuh Diri
Namun Topik dan kawan-kawan sepakat untuk minta penjelasan. Sebab selama ini tidak ada rincian penggunaan iuran itu.
“Harus ada kuitansi atau karcis seperti di pasar itu. Kalau tidak ada, kami semua sepakat tidak akan membayar,” tegas Topik.
Ada tiga titik tempat yang dibangun untuk para PKL. Setiap titik rata-rata ada 20 PKL. Mereka adalah para PKL yang sudah berjualan, sejak sebelum Pinka disulap menjadi area wisata kuliner.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/pkl-di-pinka-tulungagung_20180118_115409.jpg)