Berhasil Kikis Radikalisme, Lima Orang Asal Lamongan ini Jadi Perempuan Duta Perdamaian
Perempuan Duta Perdamaian oleh lembaga PBB, yaitu International The Global Network for Woman Peacebuilder (GNWP) dan beberapa lembaga lain.
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Munculnya Yayasan Lingkar Perdamaian (LP) yang didirikan mantan pentolan kombatan, Ali Fauzi di Desa Tenggulun, Kecamatan Solokuro, Lamongan membuat daerah ini berbangga.
Pasalnya dapat terus berperan besar dalam mewujudkan perdamaian baik skala nasional maupun global.
Dari Lamongan juga, ada 5 perempuan terpilih menjadi duta perdamaian.
Perempuan Duta Perdamaian ini dibentuk oleh salah satu lembaga PBB, yaitu International The Global Network for Woman Peacebuilder (GNWP) dan Muslimat NU, Aman Indonesia dan Universitas Indonesia yang memfasilitasi pelatihan pengembangan kapasitas untuk 61 remaja putri dan perempuan di Indonesia.
"Perannya adalah kampanye perdamaian. Itu yang menjadi tugas perempuan duta perdamaian asal Lamongan ini," kata Maslahatul Ilmiyah, perempuan muda yang menjadi salah satu dari lima duta perdamaian kepada Surya.
Sebelum berangkat ke Jakarta kemarin 5 perempuan ini terlebih dahulu mengikuti pelatihan yang fokusnya adalah kepemimpinan, kewirausahaan dan pekerjaan, media dan media sosial, dan teater untuk peacebuilding dan mencegah ekstrimisme kekerasan.
Lima perempuan ini terpilih untuk menjadi duta perdamaian (girl ambassador for peace) yang bersama perempuan lainnya dari Poso mengkampanyekan perdamaian.
lmiyah, mahasiswi di salah satu perguruan tinggi swasta di Lamongan ini bersama 4 teman lainnya dari Lamongan beberapa waktu yang lalu berada di Jakarta untuk menjadi duta perdamaian (girl ambassador for peace).
Lima perempuan muda ini ditunjuk sebagai duta perdamaian perempuan mewakili Lamongan dalam acara Bilateral Meetings and Roundtable Discussion on Preventing Violent Extremism from the perspective of the Girl Ambassadors for Peace from Lamongan and Poso pada 11-12 Januari 2018 di Jakarta.
"Ini adalah peluang dan kehormatan untuk bisa menyuarakan perdamaian dari Lamongan di forum internasional," kata Ilmiyah
Dari Lamongan, sebenarnya ada 5 orang yang terpilih untuk mengikuti diskusi meja bundar di Jakarta saat itu.
Selain dirinya, ada Prasista Maolana, Rana Rafidha, Nur Aisyah Maullidah dan Lilis Badriyah.
Tapi perempuan duta perdamaian ini juga ada yang berasal dari Poso.
Ilmiyah bersama 4 temannya jujur tidak menyangka kalau bisa terpilih menjadi perempuan duta perdamaian.
Informasi awal kegiatan ini ia peroleh dari Muslimat NU Lamongan dengan maksud untuk sekedar menambah ilmu karena selama ini sudah aktif di organisasi.
"Jujur kami tidak menyangka, karena semuanya delegasi terbaik dari sekolah atau organisasi masing-masing," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/duta-perempuan-perdamaian-asal-lamongan_20180121_164556.jpg)