Minimalisir Korban, Basarnas Peringatkan Nelayan Besok Puncak Gelombang Tertinggi Prediksi BMKG
Basarnas meminta nelayan tidak berlayar terlebih dahulu, karena Senin (22/1/2018), merupakan puncak terjadinya gelombang tinggi.
Penulis: Manik Priyo Prabowo | Editor: Alga W
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Manik Priyo Prabowo
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) meminta nelayan tidak berlayar terlebih dahulu, karena Senin (22/1/2018), merupakan puncak terjadinya gelombang tinggi.
Pernyataan tersebut disampaikan petugas siaga Basarnas Jatim, Okta, saat dihubungi TribunJatim.com, Minggu (21/1/2018).
Padahal Menyehatkan, Pria Ini Kapok Makan Salmon Usai Dokter Temukan Binatang Mengerikan Ini
Okta memaparkan, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjung Perak memprediksi, akhir Januari 2018 akan terjadi gelombang tinggi.
"Bahkan puncaknya besok Senin (22/1/2018)," jelasnya.
"Maka dari itu kami peringatkan supaya bisa meminimalisir adanya korban kecelakaan kapal," tandas Okta.
Usia Sudah 32 Tahun, Ini Alasan Herjunot Ali Belum Mau Menikahi Sang Kekasih Tatjana Saphira
Meski sudah diperingatkan Syahbandar, Basarnas, BPBD dan petugas siaga bencana lainnya termasuk BMKG, sejumlah nelayan terutama di wilayah Madura, banyak yang nekat berlayar.
"Melihat banyak nelayan yang nekat ini kami peringatkan dan meminta nelayan supaya tak berlayar sampai BMKG menyatakan gelombang aman untuk dipakai berlayar," sahut Okta.
Seperti TribunJatim.com beritakan sebelumnya, BMKG membagikan peringatan kondisi cuaca dan laut di perairan utara Jawa Timur.
Dilaporkan, gelombang setinggi dua hingga tiga setengah meter diprediksi akan terjadi selama beberapa waktu hingga akhir Januari 2018.
Ibu Ini Punya Cara Menarik Agar Proses Persalinan Berjalan Lancar dan Tak Sakit, Statusnya Viral
Prakirawan BMKG Tanjung Perak, Fajar Setyawan menjelaskan, grafik tendensi ketinggian gelombang Laut Jawa bagian timur sepekan mendatang masih berfluktuasi antara 2.0 sampai 2.5 meter.
“Mohon diwaspadai pada tanggal 22 Januari 2018 ada tendensi peninggkatan tinggi gelombang hingga 3.0-3.5 meter,” paparnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/perahu-terbalik-di-sumenep-madura_20180121_210431.jpg)