Saat 'Super Blue Blood Moon', Coba Tebak Bulan Jadi Warna Biru, Merah, atau Ungu?

Setelah lebih dari 150 tahun, fenomena 'super blue blood moon' akan kembali terjadi, yakni pada akhir Januari mendatang.

Tayang:
Editor: Edwin Fajerial
Curious Mind Magazine
Ilustrasi gerhana bulan 

TRIBUNJATIM.COM, JAKARTA - Setelah lebih dari 150 tahun, fenomena 'super blue blood moon' akan kembali terjadi, yakni pada akhir Januari mendatang.

Namun, jika dilihat dari namanya yang mengandung kata "blue" dan "blood", apakah artinya bulan akan berubah warna menjadi biru, merah darah, atau campuran keduanya, yaitu ungu?

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, Senin (29/1/2018), mengingatkan bahwa fenomena gerhana bulan langka itu akan terjadi pada 31 Januari.

Dwikorita memastikan, proses 'super blue blood moon’ kali ini akan dapat diamati dari Indonesia secara jelas.

Menurut penjelasan NASA, 'super blue blood moon’ disebut langka lantaran gerhana bulan total terjadi bertepatan dengan fenomena ‘supermoon’ dan ‘blue moon’.

‘Supermoon’, alias bulan super, merupakan keadaan bulan penuh ketika bulan berada dalam posisi terdekatnya dengan bumi.

Jika ‘supermoon’ terjadi, bulan hanya akan terpaut jarak 358.994 kilometer dari bumi, lebih dekat dari jarak rata-ratanya, yaitu 384.400 kilometer.

Sedangkan, ‘blue moon’ adalah istilah yang digunakan untuk menandakan bulan purnama (full moon) kedua dalam sebulan.

Jadi, ‘super blue blood moon’ pada intinya adalah gerhana bulan total yang terjadi saat bulan dalam posisi paling dekat dengan bumi dan muncul secara penuh (purnama).

‘Super blue blood moon’ merupakan sebuah fenomena yang belum pernah terjadi sejak 152 tahun lalu.

Penampakan 'super blue blood moon' memang akan berbeda dari penampakan bulan pada umumnya.

Fenomena 'blue moon' yang ikut terjadi saat 'super blue blood moon' ini tidak menjadikan bulan berubah warna menjadi biru, meski tersisip kata "blue" (biru) pada namanya.

'Blue moon' yang hanya terjadi sekali dalam tiga tahun terbilang langka, sehingga para ahli meminjam frasa Bahasa Inggris "once in a blue moon" ("jarang sekali") dan mencetuskan "blue moon" sebagai istilah untuk fenomena itu.

Sedangkan, fenomena gerhana bulan yang juga terjadi saat 'super blue blood moon' ini dipastikan akan mengubah warna bulan.

Gerhana bulan kerap disebut dengan istilah 'blood moon', mengingat gerhana yang disebabkan terhalangnya cahaya matahari ke bulan oleh bumi membuat bulan bercahaya merah tembaga, seperti darah ('blood').

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved