Sudah Bisa Hidup Mandiri, Warga Sine Tulungagung Menghendaki Jadi Desa Baru
Rimbun pepohonan cemara udang di tepi Pantai Sine Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur telah menjadi destinasi wisata baru bernama cemara sewu.
Penulis: David Yohanes | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Rimbun pepohonan cemara udang di tepi Pantai Sine Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur telah menjadi destinasi wisata baru bernama cemara sewu.
Lokasi ini menjadi andalan warga setempat untuk meraup rezeki dari para wisatawan.
“Dulunya pantai sini tidak dilirik wisatawan. Tapi sekarang sudah tertata bagus, dan alhamdulillah sudah jadi destinasi wisata yang digemari,” ucap Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sine, Supiyan (58).
Selain wisata, Dusun Sine yang masuk wilayah Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir ini telah berubah menjadi perkampungan nelayan. Mayoritas warga hidup dari mencari ikan di tengah laut, dan juragan kapal. Pedusunan yang awalnya sepi dan minus, kini bangkit dan menjadi sebuah kawasan yang mandir.
Kini warga Dusun Sine menghendaki supaya berdiri sendiri menjadi sebuah desa, terpisah dari Desa Kalibatur. “Istilahnya kami berharap bisa dimekarkan menjadi desa baru,” ucap Supiyan
Supiyan menjelaskan, selama ini layanan administrasi kependudukan di Sine harus ke Kalibatur yang jaraknya sangat jauh. Belum lagi warga harus melewati medan yang berliku-liku. Untuk kepentingan pemakaman saja, warga harus memanggil modin ke Kalibatur.
Baca: Kali Krecek Menggerus Tanggul, Jalan ke Pantai Sine Tulungagung Hampir Putus
Syarat untuk menjadi desa juga dianggap sudah sangat mencukupi. Misalnya luas wilayah dan jumlah pemilih yang mencapai 1500 jiwa. Selain itu aset desa berupa kekayaan laut dan detinasi wisata juga cukup untuk membuat warga sine hidup mandiri.
“Misalnya di sini dapat alokasi dana Rp 800 juta per tahun dari DD dan ADD, sudah sangat luar biasa. Sudah sangat cukup membuat warga Sine mandiri sepenuhnya,” tutur Supiyan.
Apalagi ke depan di Sine akan dibangun kolam laut dan dermaga. Sine akan menjadi sebuah pelabuhan perikanan yang terus berkembang. “Istilahnya kalau semua sudah jalan, Sine tidak perlu dibantu pun bisa hidup,” tandas Supiyan.
Kepala Bidang Pemerintahan Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Ali Muchtar mengatakan, sangat sulit untuk memekarkan sebuah desa.
Baca: Pelatih Sriwijaya FC Akui Sempat Kesulitan Menghadapi Arema FC
Perlu sebuah kajian yang panjang, sebelum diputuskan sebuah desa bisa dikembangkan menjadi lebih dari satu desa.
“Sebagai contoh saja, sekedar ganti status saja sulitnya minta ampun. Misalnya dari desa menjadi kelurahan, atau dari kelurahan menjadi desa,” terang Ali.
Namun Ali menghormati keinginan warga Sine. Namun keputusan nantinya tetap ada di pemerintah pusat. Sedangkan Pemkab Tulungagung hanya untuk prosedur pengajuan.
“Nantinya akan dilihat seperti luas wilayah, jumlah penduduk dan lain-lain. Prosesnya pasti sangat panjang,” tandas Ali. (David Yohanes)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-tulungagung-pantai-sine-tulungagung_20180205_101138.jpg)