VIDEO: Usai Pria yang Serang Pengasuh Ponpes Bertemu Keluarganya, Begini Kata Kapolres Lamongan

Nandang Triyana merupakan pria yang menyerang Pengasuh Ponpes Karangasem, Lamongan, KH Hakam Mubarok. Ia diindikasi memiliki gangguan jiwa

Tayang:
Penulis: Pradhitya Fauzi | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/PRADHITYA FAUZI
Keluarga Nandang Triyana (23), pria yang menyerang Pengasuh Ponpes Karangasem, Lamongan, KH Hakam Mubarok, tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya, Rabu (21/2/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kapolres Lamongan, AKBP Feby Hutagalung mengungkapakan kasus insiden dugaan penyerangan yang dilakukan Nandang Triyana (23) di Paciran Lamongan akan berakhir.

Nandang Triyana (23) sendiri merupakan pria yang menyerang Pengasuh Ponpes Karangasem, Lamongan, KH Hakam Mubarok.

Feby mengaku merasa bahagia dan lega sebab di balik penyelesaian dan pengungkapan kasus tersebut terdapat hikmah di baliknya.

(Terjadi Penyerangan Ulama di Lamongan, PW Muhammadiyah Jatim Imbau Masyarakat Tak Membesar-besarkan)

Feby memaparkan sudah memperoleh sejumlah hasil dari serangkaian interogasi dan penyelidikan yang sudah dilakukan.

"Dari hasil interogasi serta penyelidikan yang telah kami lakukan, ada hikmah di balik peristiwa itu, upaya maksimal kami dan Kapolres Cirebon mempertemukan Nandang dengan keluarganya berbuah hasil," beber Feby, di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya, Rabu (21/2/2018).

Feby berharap, ada titik terang untuk keluarga Nandang, dan mengesampingkan peristiwa di Paciran Lamongan beberapa waktu lalu.

(Kiai dan Tokoh Agama Diserang, Petugas Gabungan di Lamongan Razia Besar-besaran Orang Gila)

Dari data yang dihimpun TribunJatim.com di lapangan, Nandang Triyana diindikasi memiliki gangguan jiwa oleh keluarganya sejak kelas 2 SMP.

Saat itu pula Nandang meninggalkan rumah tanpa kabar selama kurang lebih empat tahun.

"Kami masih menunggu hasilnya dari dokter jiwa, sementara ini keluarga masih mendampingi, kami semua yang akan mengakomodir," tutupnya.

Terkait hal itu, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera menuturkan hal serupa.

(Mantap Jiwa! Ternyata Para Member JBJ Lancar Ngucapin Bahasa Indonesia, Bikin Fans Tanah Air Baper)

Barung mengatakan, penganiayaan, penyerangan, sampai intimidasi yang telah beredar di media sosial tidak benar.

Bahkan, Barung membeberkan tidak ada rekayasa sama sekali dalam kasus tersebut.

Menurutnya, momen bertemunya Nandang Triyana yang mengalami gangguan jiwa di Ruang Edelweis 5 Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya dengan orang tuanya, yakni Satibi (50) dan Sriana beserta adiknya Indah Sri Setyana adalah momen yang humanis.

(Sambil Terus Memanggil Anaknya, Sriana Terduduk Lemas usai Bertemu Pria yang Serang Pengasuh Ponpes)

Barung menuturkan, momen kala itu diharapkannya menjadi akhir dari pencarian panjang orang tua Nandang.

"Ini adalah endingnya (akhir) usai dipertemukan dengan keluarganya yang empat tahun lebih berpisah, keluarga juga berterima kasih ke Kapolres Lamongan dan Cirebon, semua punya perasaan, jangan lagi ada isu yang tidak benar terkait penyerangan," tutupnya.

Berikut videonya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved