Piala Gubernur Kaltim

Arema FC Tak Pilih-pilih Lawan di Semifinal

- Arema FC secara dramatis mampu menyingkirkan Mitra Kukar di penyisihan Grup A Piala Gubernur Kaltim.

Penulis: Alfi Syhari Ramadana | Editor: Yoni Iskandar
instagram.com/aremafcofficial/
Arema FC vs Mitra Kukar 

 Laporan wartawan TribunJatim Alfi Syahri Ramadana

 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Arema FC secara dramatis mampu menyingkirkan Mitra Kukar di penyisihan Grup A Piala Gubernur Kaltim.

Tim Singo Edan sukses membungkam tim Naga Mekes dengan skor 3-1 di Stadion Segiri, Samarinda (27/2/2018).

Kemenangan itu membuat Arema FC mengunci satu tempat dibabak Semifinal Piala Gubernur Kaltim. Kini tim Singo Edan hanya tinggal menunggu lawan yakni antara Persebaya Surabaya ataupun Sriwijaya FC.

Dua tim tersebut akan menjalani laga penentuan juara grup B Rabu (28/2/2018) di Stadion Batakan, Balikpapan. Tim manapun yang memenangkan pertandingan dipastikan akan menjadi lawan Arema FC.

Baca: Masuk Penjara, Ahok Malah Tambah Tajir, Ternyata ini Penyebabnya?

Kubu Arema FC sendiri memastika siap menghadapi Persebaya maupun Sriwijaya FC. Pelatih Arema FC, Joko Susilo menyebut bahwa kedua tim tersebut harus diwaspadai.

"Kalau misal ketemu Persebaya kami juga senang. Kalaupun lawan Sriwijaya FC juga kami senang. Terpenting saat ini adalah mempersiapkan diri sebaik mungkin," ucapnya Rabu (28/2/2018).

Pelatih 47 tahun itu menyebut bahwa siapapun lawanya Arema FC siap. Termasuk juga ketika nantinya harus berjumpa Persebaya.

Menurutnya pertandingan tersebut akan berjalan menarin lantaran kini Persebaya juga sudah banyak mengalami perubahan.

Baca: Dinyatakan Mati 20 Tahun dan Sudah Dikubur, Pria ini Bikin Geger Saat Tiba-tiba Muncul di Youtube

"Kalau berjumpa Persebaya saya ingin sekali menunjukkan bahwa ini dua tim terbaik yakni Arema FC dan Persebaya yang bisa bermain sportif. Termasuk juga dua kelompok suporter besar yang juga bisa sportif," imbuh pelatih asal Cepu itu.

Pelatih berlisensi A AFC itu menyebut bahwa rivalitas seharusnya hanya di atas lapangan. Setelah selesai pertandingan semua kembali normal.

Saat ini sudah bukan saatnya untuk saling olok hanya lantaran tim yang didukung berbeda.

Baca: Meski Dikonsumsi Banyak, 5 Makanan Berikut Nggak Bikin Gendut Lho, Mana Favoritmu?

"Kalau semisal di Jawa belum bisa maka kenapa tidak di sini mari buktikan sama-sama bahwa dua suporter besar bisa mendukung dengan sportif. Selain itu, agar seluruh Indonesia tahu bahwa semua bisa memberikan hal positif untuk sepakbola kedepan menjadi lebih baik," tutupnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved