Breaking News
Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Pilkada Bangkalan

Launching Posko, Ra Mondir Ingin Angkat Bangkalan Dari Kubangan Ketertinggalan

Jual beli program disampaikan calon yang maju Pilkada Bangkalan, hingga antar pasangan harus ...

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Mujib Anwar
SURYA/AHMAD FAISOL
Launching Posko 2 Beriman dan Talk Show Cabup dan Cawabup Mendengar di Jalan Halim Perdana Kusuma Ringroad, Selasa (27/2/2018) malam. 

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN - Politik uang atau money politics akrab terdengar setiap menjelang pelaksanaan Pilkada di Indonesia. Sumber dana seolah menjadi salah satu moda sosial politik untuk menggapai tujuan.

Seperti halnya di Kabupaten Bangkalan yang akan menggelar Pilkada bersama 18 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Panitia Panwas Pemilu (Panwaslu), Komisi Pemilihan Umum (KPU), hingga para pasangan calon (paslon) kompak mendeklarasikan tolak money politics.

Ada ungkapan menarik dan 'langka' dilontarkan Calon Wakil Bupati (Cawabup) KH Mondir A Rofii (Ra Mondir) terkait praktik money politics.

"Money politics? Kami memang tidak punya (uang) untuk diberikan. Saya tanya ke Imam (Cabup KH imam Buchori) juga tidak punya," ungkap Ra Mondir usai Launching Posko 2 Beriman dan Talk Show Cabup dan Cawabup Mendengar, Selasa (27/2/2018) malam.

Ra Mondir mendampingi KH Imam Buchori Cholil (Ra Imam) dalam kontestasi Pilkada Bangkalan 2018. Paslon nomor urut 2 dengan jargon Beriman ini diusung PKB (5 kursi), PKS (3 kursi), dan Nasdem (2 kursi).

Kampanye Pilgub, Ganjar Pranowo Kena Semprit Siti Atiqoh

Bertemu Sedulur Marhaen, Puti Soekarno Dukung Pendirian Patung Bung Karno di Tulungagung

Temukan 30 Kasus Kampanye Hitam, Tim Pemenangan Khofifah-Emil akan Lapor ke Bawaslu

Ra Mondir menjelaskan, modal sosial politik tidak selamanya berbentuk uang karena sejatinya, masyarakat Bangkalan sudah dewasa dengan pemikiran-pemikiran jangka panjang.

"Kami akan berikan hal lain yang jauh lebih baik. Tidak harus uang namun bisa selamanya dinikmati masyarakat," jelas Ra Mondir.

Hasil kajian Ra Mondir, mau tidak mau Bangkalan akan berhadapan dengan industrialisasi. Ragam investasi skala menengah ke atas akan masuk dan bisa menciptakan multiplier effects yang akan mendongkrak kesejahteraan masyarakat.

Kondisi itu, lanjutnya, dibutuhkan sinergitas semua elemen. Baik pemerintah, stakeholder, dan masyarakat agar bisa di-manage dengan baik.

"Dan kami akan mampu. Mari kita bangun Bangkalan bersama-sama. Masyarakat Bangkalan sudah lama ingin beranjak dari kubangan-kubangan ketertinggalan," pungkasnya.

Sementara itu, Cabup Ra Imam mengungkapkan, Talkshow Cabup-Cawabup Mendengar sengaja digelar untuk mendapatkan masukan, keluhan, bahkan kritikan dari stakeholder, LSM, masyarakat, dan para tokoh ulama.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved