Dinas Pertanian Tuban Catat Kerugian Akibat Banjir Capai Tiga Miliar
Banjir akibat luapan sungai Bengawan Solo, yang melanda empat kecamatan di Kabupaten Tuban, Jumat (23/2/2018), berdampak pada petani.
Penulis: M Sudarsono | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Banjir akibat luapan sungai Bengawan Solo, yang melanda empat kecamatan di Kabupaten Tuban, Jumat (23/2/2018), berdampak pada petani.
Ratusan hektar sawah yang terisi tanaman padi mati, akibat terendam banjir.
Dinas pertanian mencatat luas lahan tanaman terdampak di empat kecamatan.
Untuk Kecamatan Rengel, 549 hektar tanaman padi terendam. Untuk Kecamatan Soko, 140 hektar padi terendam, 80 hektar masih bisa dipanen. Kemudian untuk Kecamatan Plumpang 5 hektar padi dan 20 hektar jagung terendam.
Sedangkan untuk Kecamatan Widang, karena sudah panen di awal maka tidak ada tanaman padi yang terdampak.
Baca: Maksudnya Beri Klarifikasi Usai Brownis Dikritik Widi Mulia, Ivan Gunawan Malah Bikin Heboh Netizen
"Total lahan tanaman yang terendam ada 714 hektar. Itu sudah didata dinas," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten, Murtadji kepada wartawan, Jumat (2/3/2018).
Murtadji menjelaskan, dari total seluruh lahan terendam yang didata, khususnya yang ada tanamannya, mengalami kerugian yang nilainya cukup besar.
Baca: BREAKING NEWS: Arema FC Kembali Tambah Gol ke Gawang Persebaya, Skor 2-0 untuk Singo Edan
Akumulasi keseluruhan total kerugian mencapai tiga miliar, itu minus Kecamatan Widang, karena sebelum banjir sudah panen lebih dulu.
"Totalnya tiga miliar untuk kerugian materi, itu sudah kita hitung semua," terangnya.(nok)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-tuban-banjir-di-tuban-jawa-timur_20180302_180220.jpg)