Berita Ponorogo

Bina Marga Jatim Buka Suara soal Jalan Ambles di Jalan Raya Ponorogo-Pacitan: Ada Sesar

Jalan ambles di ruas Ponorogo–Pacitan Km 227, Desa Wates, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Jatim menjadi persoalan berkepanjangan

Penulis: Pramita Kusumaningrum | Editor: Januar
Tribun Jatim Network/Pramita Kusumaningrum
TINJAU - Kepala UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Madiun Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Jarwoto saat menjelaskan jalan ambles terus berulang di ruas Ponorogo–Pacitan Km 227, Desa Wates, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Jatim terus berulang. Diduga berada di atas sesar aktif, jalan ambles di ruas Ponorogo–Pacitan Km 227, Desa Wates, Kecamatan Slahung, terus berulang. 

Ringkasan Berita:
  • Jalan ambles di ruas Jalan Ponorogo–Pacitan Km 227 diduga berada di atas sesar aktif dengan pergerakan tanah hingga kedalaman sekitar 35 meter, sehingga kerusakan terus berulang.
  • Dinas PU Bina Marga Jawa Timur bersama akademisi belum bisa melakukan perbaikan permanen karena keterbatasan biaya, sehingga penanganan sementara dilakukan dengan urukan dan pengaspalan ulang saat kondisi stabil.

 

Laporan Wartawan Tribunjatim.comx Pramita Kusumaningrum

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Jalan ambles di ruas Ponorogo–Pacitan Km 227, Desa Wates, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Jatim menjadi persoalan berkepanjangan

Diduga berada di atas sesar aktif, jalan ambles di ruas Ponorogo–Pacitan Km 227, Desa Wates, Kecamatan Slahung, terus berulang. 

Hasil kajian Dinas PU Bina Marga Jatim bersama akademisi mengungkap pergerakan tanah di lokasi tersebut belum berhenti, bahkan diperkirakan terjadi hingga kedalaman sekitar 35 meter. 

Kondisi ini membuat penanganan permanen belum bisa dilakukan dalam waktu dekat, sehingga perbaikan sementara menjadi pilihan utama.

“Kami sudah libatkan akademisi, ada pergeseran tanah dari kajian penelitian kemungkinan ada sesar di kedalaman 35 meter,” ungkap Kepala UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Madiun Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Jarwoto, Minggu (26/4/2026).

Baca juga: H-1 Keberangkatan Haji, Calon Jemaah Haji Tuban Wafat karena Sakit, Bakal Digantikan Cadangan 

Dia menjelaskan bahwa untuk mencegah penanganan belum bisa dilakukan secara permanen. Ini lantaran dana yang cupet. Sehinggapenanganan kedarurat menjadi opsi terbaik atasi pergeseran tanah di batas Ponorogo-Pacitan itu. 

Yakni, penguran serta perbaikan aspal bilamana terjadi penurunan elevasi jalan. Daripada, jelas dia, penanganan permanen seperti pemasangan pancang bumi hingga relokasi jalan yang memakan biaya tinggi. 

“Sementara baru tambah urukan saja, dan diaspal sekiranya sudah stabil, nanti kalau amblas kami ulangi kembali,” tegasnya kepada Tribunjatim.com

Kerusakan jalan, lanjut Jarwoto sekitar bentang 300 meter. Pun, persis ditikungan pihaknya telah menambahkan aliran air antisipasi keparahan kerusakan. Sembari melakukan pemantauan khususnya dimusim penghujan. 

Antsipasi bencana susulan seperti tanah longsor yang sering terjadi di ruas jalan nasional ini. “emang ruas ini masih menjadi pekerjaan rumah kami dan kami pantau terus” tambahnya .

Salah satu warga Wates, Henik Lia berharap segera ada perbaikan. Lantaran jalur tersebut merupakan jalur naisonal dan sering ada mobilitas.

“Sering lewat begitu, ya amblas terus. Tak kunjung ada perbaikan. Pengennya segwra diperbaiki,” pungkasnya.

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatiim.com

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved