Populasi Banteng di Taman Nasional Baluran Turun Drastis, Universitas Jember Ikut Cawe-cawe
Populasi banteng di Taman Nasional Baluran yang terus menurun dari tahun ke tahun membuat sejumlah kalangan prihatin.
Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Jumlah populasi banteng yang ada di Taman Nasional Baluran terus menurun dari tahun ke tahun. Ini membuat sejumlah kalangan prihatin.
Menyikapi hal itu, Universitas Jember menandatangani nota kesepahaman alias MoU engan empat institusi. Yakni, Taman Nasional Baluran, Kabupaten Situbondo, Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari Kementerian Pertanian, dan Dinas Peternakan Jatim, terkait Konservasi Banteng di Taman Nasional Baluran, Selasa (6/3/2018) di Gedung Rektorat Universitas Jember.
MoU ini adalah awal dari sebuah rencana besar mengembalikan populasi banteng.
Kepala Taman Nasional Baluran Bambang Sukendro mengatakan, berdasarkan data survey monitoring tahun 2017, jumlah banteng di tempatnya hanya tinggal 77 ekor saja.
"Populasi banteng begitu memprihatinkan, berkurangnya karena perburuan dan reproduksi banteng untuk berkembang biak begitu lambat, hanya 1 ekor satu tahun" ujarnya.
Asyik Selfie di Pantai Ungapan, Tubuh Arek Suroboyo ini Tiba-tiba Digulung Ombak Laut Selatan
Sehingga diperlukan sebuah konservasi dengan cara melakukan inseminasi buatan antara sapi dengan banteng. Dengan itu dapat mempercepat reproduksi banteng.
"Karena reproduksi banteng sangat lambat maka inseminasi atau persilangan ini adalah solusi," terangnya.
Saat ini, Universitas Jember telah memperoleh bantuan tiga ekor sapi Bali betina guna memulai program.
Rektor Universitas Jember Moh. Hasan menjelaskan, keberadaan banteng peranakan hasil persilangan antara banteng Taman Nasional Baluran dengan Sapi Bali akan tetap menjaga ekosistem atau habitat asli.
Keberadaan sapi-sapi lokal milik warga atau peternak di area TN Baluran saat ini dinilai tidak ideal.
Awalnya Geger Laporan Kesurupan, Wanita ini Dipaksa Telan Air Dari Selang Hingga Meninggal
Pasalnya, sapi-sapi lokal dianggap tidak cocok berada di tengah-tengah habitat TN Baluran yang notabene merupakan kawasan konservasi, khususnya bagi banteng yang ada di sana.
"Untuk itu dari latarbelakang banteng yang terus turun, kita galakkan inseminasi ini antara sapi betina Bali dengan banteng, nantinya bentuknya menyerupai banteng dan tidak akan tetap menjaga ekosistem," jelasnya.
Kerjasama yang ditandai dengan penandatanganan naskah kesepahaman didukung penuh oleh Dadang Wigiarto, Bupati Situbondo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/banteng-penyelamatan-populasi_20180306_225250.jpg)