Breaking News:

Kisah Hidup Hari Darmawan, Punya Toko Mickey Mouse hingga Habiskan Masa Tua di Taman Wisata Matahari

Lulus SMA, Hari Darmawan yang juga pengusaha di bidang produk pertanian memilih untuk merantau ke Jakarta.

Kolase
Pendiri Matahari Department Store Hari Darmawan 

TRIBUNJATIM.COM - Pendiri Matahari Departemen Store, Hari Darmawan, meninggal dunia pada Sabtu (10/3/2018).

Informasi yang beredar, jasad Hari ditemukan di Sungai Ciliwung di sekitar Hankam, Cisarua, Sabtu (10/3/2018) pukul 06.30 WIB.

Pemilik Taman Wisata Matahari (TWM) Puncak ini sempat dinyatakan menghilang pada Jumat malam ketika dirinya sedang berada di vilanya.

Lokasi vila itu berada di Lokawiratama Hankam, Desa Leuwimalang, Cisarua, Kabupaten Bogor.

(Penyebab Tewasnya Pendiri Matahari Departement Store hingga Viral Komikus Cantik Diduga Tipu Fansnya)

Sementara itu, jenazah Hari Darmawan telah sampai di rumah duka di Bali, Minggu (11/3/2018) dini hari.

Suasana duka dan haru langsung menyelimuti segenap keluarga dan kerabat almarhum yang terlihat dari mata memerah dan tampak sembab karena air mata.

Dari keterangan perwakilan keluarga mengatakan, doa bersama akan dilakukan Minggu malam sampai selasa malam.

Baru pada hari Rabu pagi akan dilakukan kremasi di Krematorium Mumbul.

Semasa hidupnya, Hari Darmawan dikenal karena kesuksesannya di industri retail.

(Unggah Foto Ini, Han Seo Hee Kembali Bikin Netizen Gempar, Lihat Balasannya usai Dapat Kritik Pedas)

Kisah hidupnya bisa menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk dapat mewujudkan hal yang sama.

Berikut cerita hidup Hari Darmawan dirangkum dari Grid ID dan Tribunnews:

1. Merantau ke Jakarta

Dilansir dari Biografiku.com, lulus SMA, Hari Darmawan yang juga pengusaha di bidang produk pertanian memilih untuk merantau ke Jakarta.

Saat merantau inilah, Hari Darmawan bertemu dengan Anna Janti yang merupakan puteri dari pemilik toko serba ada yang ada di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat.

(Chika Jessica Hengkang dari ‘Hitam Putih,’ Fotonya Banjir Komentar, Netizen Soroti Wajahnya)

2. Toko bernama Mickey Mouse

Toko yang adanya di bibir kali Ciliwung, Jakarta itu yang kemudian dibeli Hari Darmawan seharga Rp 1 juta dengan cara mencicil.

Dari toko yang diberi nama Mickey Mouse inilah jadi cikal bakal usaha retail yang didirikan .

3. Menjual pakaian

Hari Darmawan, Pendiri Matahari Departemen Store
Hari Darmawan, Pendiri Matahari Departemen Store ()

Di toko Mickey Mouse ini, Hari Darmawan dan Anna Janti menjual baju impor serta baju buatan mereka sendiri yang diberi label MM Fashion.

Di sebelah toko yang Hari Darmawan miliki ada toko De Zion yang jadi pesaing, dengan pelanggan yang rata-rata pejabat dan orang kaya waktu itu.

(Tyas Mirasih Marah Gegara Omongan Presenter Acara Gosip hingga Klarifikasi Syahrini Soal Foto di Tol)

4. Lahirnya Toko Matahari

Pemilik De Zion alami kesulitan dana dan ingin menjual tokonya (1968).

Perihal itu diketahui oleh Hari Darmawan dan jadilah De Zion jadi miliknya.

De Zion yang artinya Matahari, diubah namanya jadi Toko Matahari.

Dari Toko Matahari ini, Hari Darmawan berstrategi memajang semua produk selengkap mungkin.

(Bagikan Video Teaser, Konsep Comeback NCT 127 Dibilang Tertukar dengan NCT Dream, Benarkah?)

Calon konsumen juga disuguhkan barang yang berkualitas dan dengan harga murah.

Strategi itu sangat jitu mendatangkan pembeli dan pelanggan tetap dan kemudian Toko Matahari ini yang jadi pelopor Departemen Store di Indonesia.

5. Kesukesan

Hari Darmawan
Hari Darmawan ()

Delapan tahun kemudian, cabang bernama Sinar Matahari didirikan dengan barang dagangan beraneka ragam produk dari pakaian, alat elektronik, perhiasan, sepatu, kosmetik peralatan tulis hingga obat-obatan.

Di era 1990-an, Matahari Departemen Store jadi toko serba ada yang nyaris tanpa pesaing.

Ditambah dengan maraknya pembangunan mall, membuat sayap Matahari Departemen Store mengepak lebih lebar.

(Supersemar - Mengingat 3 Kontroversi Surat Perintah 11 Maret 1966, Anak Muda Wajib Tahu Nih!)

Terobosan yang membuat Matahari Departemen Store makin berjaya adalah dengan dibukanya area bermain Timezone.

Sehingga konsumen yang datang tak hanya belanja, tapi juga juga bisa bermain.

Pada 1996, Hari Darmawan menjual sebagian besar sahamnya di Matahari Departemen Store ke Lippo Group (James Riady).

6. Taman Wisata Matahari

Taman Wisata Matahari
Taman Wisata Matahari ()

Sukses dengan Matahari Departemen Store, Hari membangun Taman Wisata Matahari (TMW) di kawasan cisarua Bogor, Jawa Barat yang mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar.

Tempat rekreasi ini dibangun pada tahun 2007.

Saat mendirikan TWM, Hari tidak menggunakan jasa konsultan, arsitek, dan kontraktor besar.

(Idol Ini Ngaku Ikut Audisi Banyak Agensi Tapi Tolak Coba ke SM Entertainment, Alasannya Bikin Ngakak)

Ia justru melibatkan para penduduk setempat.

Alasannya, ia bisa menekan biaya pembangunan sekaligus membangun ekonomi penduduk setempat.

7. Tinggal di rumah kecil

Menghabiskan masa tuanya mengurusi TWM, Hari juga memilih tinggal di dekat lokasi usahanya itu.

Padahal, jika melihat harta kekayaannya yang begitu melimpah, Hari bisa saja tinggal di apartemen atau rumah mewah.

Hari diketahui mempunyai rumah besar di daerah Bogor, namun ia lebih memilih tinggal di rumah berukuran kecil.

Rumah Hari Darmawan
Rumah Hari Darmawan (Tribunnews)

Dalam sebuah wawancara, Hari menjelaskan alasan sederhananya tinggal di area TWM.

"Saya sudah tinggal di sini (TWM) puluhan tahun. Saya punya rumah besar di Bogor, saya bukan bangkrut dan tidak punya rumah ya?" ujar Hari dalam wawancaranya bersama Filantropi pada 2017 silam.

Hari menjelaskan, ia merasa area TWM adalah rumahnya.

(Begini Potret Suzy Darmawan, Putri Mendiang Hari Darmawan yang Tak Kalah Keren di Dunia Bisnis)

Di tempat itu juga Hari bisa merasakan indahnya alam dan bisa memantau langsung para anak buahnya.

"Saya lama-kelamaan merasa di sini 'it is my home', udara begitu besar, saya juga bisa giat membantu anak buah saya," kata Hari.

Ia tidak muluk-muluk untuk urusan tempat tinggal.

"Saya pikir yanng penting ada tempat tidur yang baik, ada udara yang baik, ada suasana yang bisa bikin senang, saya cukup," ujar Hari Darmawan.

8. Meninggal dunia

Jasad Hari Darmawan ditemukan dalam keadaan tengkurap dan tersangkut di bebatuan sungai.

Sebelum ditemukan, Hari Darmawan sempat dinyatakan hilang sehari sebelumnya, Jumat (9/3/2018) malam.

(Susul WANNA ONE, JBJ Juga Bakal Datang ke Jakarta Lho, Yang Mau Nonton Konsernya Buruan Beli Tiket!)

Saat itu Hari dikabarkan sedang berada di vila miliknya yang dekat dengan sungai ciliwung, di Lokawiratama Hankam, Desa Leuwimalang, Cisarua, Kabupaten Bogor.

Pemilik Taman Wisata Matahari (TWM) ini dinyatakan menghilang sekitar pukul 21:00 WIB.

Hingga akhirnya berhasil ditemukan keesokan harinya sekitar pukul 06.30 WIB.

Pendiri Matahari Group, Hari Darmawan meninggal dunia
Pendiri Matahari Group, Hari Darmawan meninggal dunia (Tribun Bogor/Istimewa)

Hingga berita ini dimuat, belum diketahui secara pasti apa penyebab kematian Hari Darmawan.

Namun ada dugaan yang diungkap oleh pihak manajemen TWM.

(9 Fakta Mengerikan Aokigahara, Hutan Bunuh Diri di Jepang yang Kembali Viral Karena Aksi Logan Paul)

Dugaan sementara kematian Hari karena kehilangan keseimbangan saat sedang melihat kondis air sungai Ciliwung dari dekat.

Saat itu, kondisi hujan deras dan mengakibatkan aliran Sungai Ciliwung meningkat.

Diduga Hari ingin melihat lebih dekat namun nahas, ia terjatuh ke sungai karena kurang seimbang.

Penulis: Ani Susanti
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved