Penjual Pakaian Jadul Dadakan Banyak Bermunculan di Kota Blitar, Ternyata ini Penyebabnya
Harga pakaian jadul relatif murah mulai harga Rp 60.000 per potong sampai Rp 80.000 per potong, hingga ...
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Perayaan Hari Jadi Kota Blitar yang diperingati tiap 1 April membawa berkah bagi para pedagang pakaian jadul. Berbagai jenis pakaian jadul laris manis tiap menyambut peringatan hari jadi Kota Blitar.
Sebab, Pemkot Blitar mewajibkan pegawai negeri sipil (PNS), pelajar, pegawai BUMD, pegawai hotel, pegawai rumah makan, dan pedagang tradisional memakai baju jadul untuk merayakan hari jadi.
Biasanya, mereka memakai baju jadul selama satu pekan.
Pedagang baju jadul dadakan pun bermunculan tiap menyambut peringatan hari jadi Kota Blitar. Mereka menggelar dagangan di atas trotoar di pinggir jalan. Seperti yang dilakukan Teguh Rahayu Slamet (56) ini.
Sudah empat hari ini, Teguh menggelar dagangan bermacam baju jadul di pinggir Jl HOS Cokroaminoto, Kota Blitar.
"Saya mulai jualan pakaian jadul di pinggir jalan sudah empat hari ini," kata warga Jl Pandan, Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, ini Rabu (28/3/2018).
Baju Jadul Jadi Maskot Peringatan Hari Jadi Kota Blitar, Semua Wajib Memakai, Kalau Tidak . . .
Kepincut Nasi Pecel, Artis India Helena Chandra Nandini Sapa Penggemar Pakai Bahasa Jawa
Teguh menjaga barang dagangannya bersama istri, Suherni. Dia menjajar barang dagangannya di atas trotoar.
Dia menjual berbagai jenis pakaian jadul mulai baju lurik, celana kombor, kebaya, blangkon, udeng, dan pakaian jadul untuk anak-anak.
Harga pakaian jadul relatif murah mulai harga Rp 60.000 per potong sampai Rp 80.000 per potong. Dalam sehari, dia bisa menjual 10 potong pakaian jadul.
"Kalau dibandingkan tahun lalu, penjualan tahun ini turun. Tapi masih tetap laku," kata Teguh.
Teguh mengaku sudah dua tahun ini berjualan pakaian jadul tiap menjelang hari jadi Kota Blitar.
Bawa Rice Cooker, TKW di Malaysia Asal Madura ini Ditangkap Petugas Bea Cukai
Sebelumnya, dia berjualan pakaian di Pasar Legi. Dia memiliki kios di Pasar Legi. Tetapi, pada 2016 lalu, Pasar Legi terbakar dan kios milik Teguh juga ikut ludes.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/pakaian-jadul-kota-blitar_20180328_110044.jpg)