Begini Penjelasan BBPOM Surabaya Terkait Temuan Cacing Dalam Ikan Makarel Kemasan Kaleng
Terkait hal ini, Kepala BBPOM Surabaya, Sapari mengungkapkan temuan parasit cacing terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - BPOM RI telah merilis temuan dugaan cacing dalam ikan makarel dalam kemasan kaleng.
Terkait hal ini, Kepala BBPOM Surabaya, Sapari mengungkapkan temuan parasit cacing terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia.
"Di Surabaya juga kami lakukan sampling, dan hasil temuannya kami serahkan di lapangan. Ya yang dirilis pusat itu termasuk temuan di Surabaya," urainya ketika ditemui SURYA.co.id (tribunJatim.com), Kamis (29/3/1018).
Ia menegaskan, yang harus digaris bawahi adalah temuan ini pada ikan Makarel, bukan semua ikan.
Baca: Butuh Perubahan, Petani Tebu Siap Dukung Rizal Ramli Sebagai Capres 2019
Parasit Cacing ini ditemukan di 27 produk ikan Makarel dalam kemasan, 7 diantaranya juga ditemukan di Surabaya. Baik produksi lokal ataupun impor.
"Yang lokal ini produksi Banyuwangi, kalau impor dari Korea Selatan," ungkapnya sambil melihat kemasan sampel yang positif terdapat cacing mati.
Baca: Kebakaran Terjadi di Rumah Mantan Artis di Sidoarjo
Menurutnya, terlepas dari kandungan dan jenis cacing, adanya cacing menunjukkan makanan tidak memenuhi syarat higienis.
Jadi meskipun sudah mengalami proses pemasakan dan sterilisasi, produk tersebut tidak layak konsumsi. (Surya/sulvisof )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-surabaya-cacing-di-ikan-makarel-bpom-surabaya_20180329_160049.jpg)