Warga Malang Antusias Sambut Adanya Feeder, Harap Rute Bisa Masuk Perumahan

Rencana pengoperasian angkutan feeder di Kota Malang mendapat sambutan positif dari warga, baik dari dalam kota maupun wilayah sekitar

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/Benni Indo
ANGKUTAN UMUM - Bagian dalam kabin bus Trans Jatim. Warga menyambut positif rencana operasional feeder untuk mengintegrasikan penumpang dengan Trans Jatim. Banyak warga yang menginginkan layanan transportasi umum aman dan nyaman. 

Ringkasan Berita:
  • Warga Malang dan Kabupaten Malang menanti operasional feeder.
  • Feeder diharapkan menjangkau kawasan perumahan dan terhubung ke Trans Jatim.
  • Dishub Malang bersama Organda telah sepakat merealisasikan program ini.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, MALANG – Rencana pengoperasian angkutan feeder di Kota Malang mendapat sambutan positif dari warga, baik dari dalam kota maupun wilayah sekitar. 

Tidak hanya warga dari Kota Malang, warga dari Kabupaten Malang juga menanti operasional feeder

Fany Ramadhan, warga Singasari yang biasa bekerja di Kota Malang dan Kota Batu berpendapat bahwa keberadaan feeder bisa menunjang operasionalnya untuk menjangkau Trans Jatim. Selama ini, ia bekerja dengan menggunakan sepeda motor.

“Tapi saya kerjanya di perumahan di Kota Malang, jadi kalau ada feeder yang bisa masuk ke perumahan, saya bisa naik itu untuk selanjutnya ke Trans Jatim,” kata Fany, Rabu (29/4/2026).

Selain feeder, Fany juga berharap ada koridor baru yang menghubungkan Singasari dengan Terminal Arjosari. Saat ini, masih belum ada layanan Trans Jatim yang melintasi Singasari.

Baca juga: 5 Tersangka Kebakaran Gudang Rokok di Kota Malang Akhirnya Ditangkap Berkat Rekaman CCTV

Butuh Transportasi Tepat Waktu

Perubahan transportasi publik di Kota Malang tidak bisa dipisahkan dari kawasan sekitarnya, yakni Kabupaten Malang dan Kota Batu. Banyak warga luar Kota Malang yang bekerja di Kota Malang.

“Saya membutuhkan angkutan yang memang berangkat sesuai jadwal. Kalau seperti itu, saya bisa memperkirakan masuk kerja. Banyak sekali warga Kabupaten Malang yang bekerja di Kota Malang,” terangnya.

Nurul Ifa, warga yang tinggal di perumahan kawasan Lowokwaru berpendapat kalau feeder bisa masuk jalanan perumahan, maka akan sangat membantu calon penumpang. Sebagai warga yang setiap hari bekerja menggunakan sepeda motor, Ifa sejatinya butuh angkutan alternatif.

“Kalau ada angkutan umum, kan bisa hemat, selain itu juga tidak melelahkan jika dibanding mengendarai sendiri,” terangnya.

Baca juga: Revolusi Transportasi Malang: Investor Tawarkan Angkot Listrik, Dishub Siapkan Feeder Trans Jatim

Dishub dan Organda Sepakat Realisasi Feeder

Namun, jika angkutan feeder masuk ke dalam kawasan perumahan, perlu diperhatikan keamanannya. Kecepatan dalam jalanan perumahan, termasuk fasilitas seperti halte yang bisa menjadi titik temu.

“Menurut saya itu memang terobosan bagus transportasi umum di Kota Malang. Kalau memang ingin warganya berpindah ke transportasi umum, memang perlu kenyamanan dan keamanan di dalam kendaraan,” terangnya. 

Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan bahwa pihaknya telah bertemu Organda dan sepakat untuk segera merealisasikan feeder. Hal itu bertujuan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat ketika menggunakan angkutan umum.

“Sudah ketemu dengan Organda dan sudah sepakat. Ini kan masih belum turun hasil regulasinya dari bagian hukum. Sudah sepakat dengan teman-teman termasuk pembiayaan,” ujar Widjaja, Rabu (29/4/2026).

Menurut Widjaja, pengembangan feeder menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memperbaiki sistem transportasi publik di Kota Malang, sekaligus mendukung operasional Trans Jatim.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved