Kamis Putih, Mengenang Perjamuan Malam Terakhir Yesus Bersama Para Murid

Bagi umat Katolik, perayaan Kamis Putih merupakan saat mengenang perjamuan malam terakhir yang dibuat Yesus Kristus bersama para muridnya.

Penulis: Ani Susanti | Editor: Anugrah Fitra Nurani
Lukisan 'Perjamuan Terakhir' 

TRIBUNJATIM.COM - Topik seputar 'Kamis Putih' masuk dalam daftar Google Trend Kamis, (29/32018).

Apakah Kamis Putih itu?

Dilansir dari TribunJabar, bagi umat Katolik, perayaan Kamis Putih merupakan perayaan mengenang peristiwa perjamuan malam terakhir yang dibuat Yesus Kristus bersama para muridnya.

Hal ini terjadi saat sebelum beliau ditangkap, diadili, disalibkan, wafat, dan bangkit di hari Paskah.

(Tim Pemenangan ASIK Minta KPU Tunda Jadwal Debat Calon Wali Kota Malang)

Yang membedakan perayaan ini dari perayaan lainnya adalah ibadat pembasuhan kaki.

Ibadat ini ingin mengungkapkan pesan utama Yesus dalam perjamuan malam terakhir, yakni menjadi pelayan bagi murid-muridnya dan bagi setiap pribadi, dan memerintahkan para muridnya melakukan hal yang sama.

“hendaklah kalian melayani satu sama lain seperti Aku telah melayani kamu", demikian firmannya.

Misa Kamis Putih
Ilustrasi Kegiatan Misa di Gereja

Sementara itu, dilansir dari Wikipedia, pelayanan Kamis Putih secara tradisional memiliki arti sejarah pada peristiwa-peristiwa di mana Yesus mendekati masa-masa wafatnya yang kemudian pada hari Jumat dijadikan sebagai libur nasional Wafat Isa Al Masih.

Pada saat itu Yesus membasuh kaki-kaki para muridnya sebelum akhirnya Yesus dikhianati oleh salah satu muridnya hingga ditangkap dan disalibkan.

(Digosipkan Pacaran dengan Maria Selena, Kevin Sanjaya Gercep Lakukan ini di Instagram, Bareng Cewek?)

Peristiwa ini juga pengenangan pada perjamuan malam yang dilakukan Yesus, di mana pada malam tersebut untuk terakhir kalinya Yesus berbagi roti paskah dengan para muridnya.

Tindakan Yesus membasuh kaki merupakan tindakan simbolis yang menyimbolkan penyerahan diri, pembersihan, pengampunan, pembaharuan, kemuridan dan ibadah.

Penyerahan diri yang dimaksud memiliki arti yakni penyerahan diri Yesus dalam kematian untuk "menebus dosa".

Pembasuhan kaki yang Yesus lakukan juga menyimbolkan kerendahan hati dan keinginan untuk menjadi "hamba" yang mau melayani orang yang hina sekalipun.

Ilustrasi Kegiatan Misa di Gereja
Ilustrasi Kegiatan Misa di Gereja ()
Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved