PDAM Surya Sembada Surabaya Akan Ganti Meteran Manual dengan Digital, Apa Alasannya?
PDAM Surya Sembada akan mengganti meteran manual dengan meter digital. Ini dilakukan setelah melakukan evaluasi dan sidak ke beberapa tempat.
Penulis: Nurul Aini | Editor: Edwin Fajerial
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nurul Aini.
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - PDAM Surya Sembada akan mengganti meteran manual dengan meter digital.
Ini dilakukan setelah melakukan evaluasi dan sidak ke beberapa tempat.
Meter digital tersebut untuk meminimalisir kerugian dari kehilangan air yang kerap terjadi di kawasan rungkut industri.
Direktur Utama PDAM Surya Sembada, Mujiaman mengatakan dari sidak pengecekan meteran di kawasan SIER Rungkut ditemukan adanya kebocoran pendapatan hingga sekitar 53 persen.
Harusnya jika pengecekan dan laporan itu akurat maka pemasukan bisa mencapai Rp 36 miliar.
( Wali Kota Surabaya Risma Pinjamkan Lahan PDAM Untuk Pembangunan Rumah Kejati )
Sedangkan saat ini yang diterima hanya sekitar 16 miliar saja.
Mujiaman menjelaskan memang perlu biaya anggaran cukup besar pengadaan meter digital tersebut, karenanya Ia masih akan membicarakan dengan wali kota.
Jika ada sekitar 3 ribu meteran yang diganti maka dibutuhkan anggaran sekitar Rp 60 miliar.
"Kita akan sampaikan ke wali kota terkait kebutuhan anggaran untuk penggantian meter. Tapi nilai tersebut bisa tercover dari keuntungan PDAM," kata Mujiaman, pada Selasa (3/4/2018).
Apalagi harapan dari meter digital mampu menekan angka tingkat kehilangan air yang mencapai 25 persen.
( Hujan Timbulkan Banjir, PDAM Surya Sembada Imbau Warga Panen Air )
Mujiaman menambahka banyaknya kebocoran tidak hanya terjadi pada kawasan SIER namun juga di beberapa daerah lain di Surabaya.
"Ada 107 ribu pelanggan yang bermasalah di Surabaya yang terus kita cek," kata Mujiaman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/direktur-utama-pdam-surya-sembada-mujiaman_20180403_221501.jpg)