Senpi Anggota Polisi Kotor, Kapolres Blitar Kota Beri Hukuman Tak Terduga ini
Polres Blitar Kota melakukan pemeriksaan senpi yang dipegang para anggotanya, jika kotor langsung dihukum dan ...
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Polres Blitar Kota melakukan pemeriksaan senjata api (senpi) yang dipegang para anggotanya, Senin (9/4/2018).
Pemeriksaan senpi itu untuk mengantisipasi penyalahgunaan senpi yang dipegang oleh anggota.
Pemeriksaan senpi langsung dipantau oleh Kapolres Blitar Kota AKBP Adewira Negara Siregar.
Sedikitnya ada 36 senpi milik anggota yang diperiksa. Sejumlah anggota itu dari satuan Reskrim, Intelkam, dan Lantas. Senpi yang diperiksa semuanya jenis laras pendek.
Diantar Pelajar ke Rumah Sakit di Lamongan, Pria ini Harus Masuk Penjara Jelang Istri Melahirkan
Pemeriksaan senpi itu meliputi pemeriksaan fisik dan surat-surat izin pemegang senpi. Saat pemeriksaan, Kapolres mendapati senpi milik beberapa anggota yang kondisinya kotor.
Kapolres langsung memanggil pemegang senpi itu. Lalu Kapolres meminta anggota pemegang senpi itu untuk push up.
"Hukuman ini untuk melatih anggota agar disiplin. Mereka harus menjaga dan merawat senpi yang dipegangnya dengan baik," kata AKBP Adewira Negara Siregar
Adewira mengatakan pemeriksaan senpi milik anggota ini untuk menyakinkan kondisi senpi aman dan terawat.
Pulang Kampung, Eks Driver di Arab Saudi ini Pilih jadi Sopir Suroboyo Bus, Alasannya Bikin Terharu
Pemeriksaan senpi juga untuk mengecek kelengkapan izin memegang senpi anggota. Anggota yang memegang senpi harus memiliki keterangan lulus tes psikologi.
Selain itu, juga harus ada rekomendasi dari pimpinan di masing-masing satuannya.
"Harus ada rekomendasi dari pimpinannya. Pimpinan yang mengetahui anggotanya layak memajang senpi apa tidak. Ini untuk mengantisipasi agar tidak terjadi penyalahgunaan senpi oleh anggota," ujarnya.
Dikatakannya, pemeriksaan senpi ini juga untuk merespon peristiwa penembakan yang dilakukan Waka Polres Lombok Tengah, Kompol Fahrizal (41) terhadap adik iparnya, Jumingan (33), beberapa waktu lalu.
Mau Ambil Air Wudhu, Truk Fuso Tiba-tiba Seruduk Rumah Tono dan Warga Mojokerto
Peristiwa itu terjadi di Jalan Tirtosari, Gang Keluarga No 14, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara.
"Makanya kami mengantisipasinya, jangan sampai peristiwa seperti itu terjadi di Blitar," tegasnya. (Surya/Samsul Hadi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/senpi-polisi-diperiksa_20180409_145133.jpg)