Harga BBM Naik

Harga BBM Naik Lagi, Perusahaan Ekspedisi di Sidoarjo Kini Kelimpungan: Kita Jadi Repot

Kenaikan harga solar nonsubsisi berdampak pada banyak sektor.  Truk-truk yang seharusnya bisa menggunakan solar subsisi ternyata juga kesulitan

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: M Taufik | Editor: Januar
Tribun Jatim Network/M Taufik
EKSPEDISI – Truk yang keluar dari sebuah perusahaan ekspedisi di Sidoarjo. Mereka mengaku terdampak atas kenaikan harga BBM yang sedang terjadi, bahkan beberapa sopir mengeluh kesulitan dapat solar 

Ringkasan Berita:
  • Kenaikan harga solar non-subsidi berdampak pada sektor logistik, ditambah sopir truk kesulitan mendapatkan solar subsidi karena stok kosong dan masalah barcode.
  • Kondisi ini membuat distribusi terganggu dan margin keuntungan perusahaan logistik menurun, sementara mereka belum berani menaikkan tarif karena persaingan dan kontrak kerja
  • Jika situasi berlanjut, biaya logistik dan harga barang berpotensi naik, sehingga pelaku usaha berharap pemerintah menjaga stabilitas harga BBM.
 

 

Laporan wartawan TribunJatim.com, M Taufik

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO – Kenaikan harga solar nonsubsisi berdampak pada banyak sektor. 

Truk-truk yang seharusnya bisa menggunakan solar subsisi ternyata juga kesulitan mendapatkan BBM untuk kendaraannya.

Seperti diceritakan beberapa sopir truk yang biasa menjalankan rute pengiriman Surabaya – Banyuwangi. 

Di beberapa SPBU, mereka tidak bisa mendapatkan BBM.

Ada yang stoknya habis, ada juga karena barcode yang mereka miliki tidak bisa dipakai.

“Kebetulan saya aman. Karena BBM truk yang saya bawa sudah diisi dari perusahaan. Tapi teman-teman banyak yang kesulitan. Banyak barcode tidak bisa dipakai. Tidak tahu apa penyebabnya,” kata Ayok, sopir truk sebuah perusahaan di Sidoarjo saat perjalanan menuju Banyuwangi, Rabu (6/5/2026).

Hal serupa diceritakan oleh Bagoes Asmara, Marketing perusahaan ekspedisi Lintas Samudra Jaya. Menurutnya, banyak keluhan dari sopir di perusahaan ekspedisi tersebut yang kesulitan mendapat solar.

Ada sejumlah sopir yang melapor tidak bisa mengisi solar karena barcode-nya tidak bisa. 

Baca juga: Puluhan Kapal Besar di Tuban pilih Libur Melaut Imbas Kenaikan Harga BBM Non Subsidi

Anehnya, barcode itu tidak ada masalah apa-apa tapi seperti terblokir. 

Dia juga tidak paham, kenapa banyak barcode milik sopirnya yang tidak bisa. Ditambah lagi, beberapa laporan sopir menyebut sulit dapat BBM karena stok kosong.

“Sopir kami yang sedang di Balikpapan dan beberapa daerah lain juga menceritakan demikian. Kita jadi repot, apalagi ketika di daerah pedalaman. Mau ngisi BBM full tank dan nambah di jerigen, takut dianggap menimbun. Tapi kalau ngisi sekadaranya, potensinya kesulitan dapat BBM lagi saat dalam perjalanan,” kata Bagoes.

Diakuinya, kenaikan harga BBM membuat perusahaan harus berputar otak. Sementara ini, mereka mengaku hanya bisa bersabar sambil menunggu kondisi.

“Ketika harga BBM naik, pasti berdampak pada harga logistic. Dan berikutnya, tentu harga barang juga akan ikut naik. Namun, sementara ini kami belum berani menaikkan harga, nunggu keadaan dulu. Apakah harus naik, atau bagaimana nanti,” lanjutnya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved