Berawal dari Rokok, Pria Pasuruan yang Ngaku Pegawai Bank ini Malah Terciduk

Pria yang mengaku pegawai bank ini harus merasakan pengapnya jeruji penjara usai tragedi beli rokok.

Tayang:
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Mujib Anwar
SURYA/GALIH LINTARTIKA
Ermanto (40), tersangka penipuan motor saat di Mapolsek Pandaan, Pasuruan, Minggu (22/4/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Pernah hidup dipenjara selama 1 tahun 4 bulan tidak membuat Ermanto (40) warga Kelurahan Bugul Lor, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan ini kapok.

Bebas dari penjara, kelakuannya tidak berubah dan masih melakukan tindak kejahatan.

Pengangguran ini merupakan residivis kasus penipuan dan penggelapan di tahun 2017.

Dinyatakan bebas di awal tahun 2018, Ermanto kembali berulah.

Kini, ia diseret kembali masuk bui. Penyebabnya sama. Dia kembali didiga menipu dan menggelapkan sepeda motor orang. Pelaku ditangkap anggota Polsek Pandaan, Minggu (22/4/2018).

Kali ini, korbannya adalah Kasnadi. Korban ini merupakan petugas kebersihan di sebuah SPBU di Pandaan.

"Motor saya dibawa lari sama dia (Ermanto) dan tidak dikembalikan. Padahal, sebelum membawa lari motor saya, dia berjanji mau meminjami saya uang untuk biaya sekolah anak saya," kata Kasnadi saat dimintai keterangan penyidik.

Kasnadi menjelaskan, kejadian itu bermula dari perkenalannya dengan Ermanto pada bulan Maret lalu.

Saat itu, ia diajak kenalan oleh pelaku di SPBU tempat ia bekerja. Dari situlah, ia mengaku mengenal dan mengobrol dengan Ermanto. Usut punya usut, obrolan mereka ini berlanjut dan lebih intens.

Bahkan, ia mengaku sempat curhat ke Ermanto, bahwa dirinya sedang membutuhkan uang untuk biaya sekolah anaknya.

"Dia mengaku sebagai pegawai bank, dan mau meminjami saya uang. Terus saya diajak ke kostnya di Pandaan menggunakan sepeda saya. Saya dibonceng," terangnya.

Setelah itu, kata korban, di tengah perjalanan, dirinya disuruh turun oleh Ermanto untuk membeli rokok. Laju sepedanya, berhenti di sebuah warung. Ia diberi uang Rp 50.000 untuk membelikannya rokok Sampoerna Mild.

"Waktu saya selesai belikan rokok, ternyata dia sudah tidak ada. Dia lari membawa sepeda motor milik saya. Sedangkan saya ditinggalkan sendirian di warung itu. Selanjutnya saya melapor ke polisi," paparnya.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Pandaan Iptu Agus Purnomo mengatakan, tersangka ini ditangkap berkat laporan dari masyarakat.

Ada dua orang lain yang juga melapor ke Polsek dengan kasus penipuan dan penggelapan. Setelah dicocokkan dengam korban, ternyata modus dan ciri - ciri pelakunya sama.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved