Dalami Dugaan Bocornya Soal UNBK Tingkat SMP, Polrestabes Surabaya Periksa Empat Saksi
Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, Ikhsan melaporkan dugaan kecurangan pelaksaanan UNBK di sebuah SMPN di Surabaya pada Kamis (26/4/2018) malam.
Penulis: Pradhitya Fauzi | Editor: Edwin Fajerial
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan menuturkan pihaknya masih mendalami dugaan kecurangan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di sebuah SMPN di kota pahlawan.
Rudi menuturkan, Unit Tindak Pidana Ekonomi (Tipidek) Reskrim Polrestabes Surabaya terus dan terus berupaya untuk mendalami hal itu dengan memeriksa beberapa saksi.
"Ada sekitar empat saksi yang sudah kami periksa," tegas Rudi pada TribunJatim.com, Sabtu (28/4/2018)
Rudi mengimbuhkan keempat saksi yang diperiksa untuk dimintai keterangan berasal dari Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya.
Namun, untuk pemeriksaan saksi yang berasal dsri pihak SMPN masih belum dilaksanakan pihaknya.
Kata Rudi, pihaknya juga telah menyita barang bukti dari pihak sekolahan.
"Kalau dari pihak sekolahan kan telah ada barang bukti, sudah kami disita," sambung Dirreskrimsus Polda Sumsel itu.
Menurut Rudi, penyidik Satreskrim Polrestabes Surabaya menyita beberapa barang bukti dalam dugaan kecurangan UNBK itu.
Beberapa barang bukti itu mulai dari monitor, telepon seluler, dan CPU komputer.
Rudi menegaskan beberapa barang bukti itu disita lantaran diduga dipergunakan untuk melakukan kecurangan dalam pelaksanaan UNBK.
Rudi membeberkan bila temuan barang bukti itu tengah diteliti pihaknya.
"Yang pasti akan kami lakukan uji digital forensik untuk membuktikan," lanjut Rudi.
Rudi mengutarakan bila kasus itu diduga telah memenuhi unsur pidana dan untuk kepastiannya masih harus diteliti lebih spesifik.
"Penyidik masih terus menanganinya, tunggu saja," bebernya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/siswa-sma-muhammadiyah-10_20180413_014235.jpg)