Diambil dari Pantai Selatan, Benih Udang Rp 6,3 Miliar Diselundupkan ke Luar Negeri Dengan Cara ini
Kasus penyelundupan benur atau benih udang di wilayah Jatim makin menjadi-jadi dan nilainya fantastis.
Penulis: Fatkhul Alamy | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Penyelundupan benur atau benih udang dan bom ikan terus terjadi di wilayah Jatim. Terbaru, sebanyak 23 pelaku diamankan Direktorat Polisi Air (Ditpolair) Polda Jatim atas kasus tersebut.
Untuk kasus penyelundupan benur, Polair menangkap empat pelaku berinisial FS, S, FF, dan M.
Mereka merupakan pengepul dan ditangkap di Surabaya. Saat diringkus, mereka hendak menyelundupkan benur sebanyak 31 ribu ekor ke luar negeri.
Nilai benur yang hendak diselundupkan mencapai fantastis, yakni Rp 6,3 miliar.
“Benur ini ditangkap di wilayah laut selatan Pulau Jawa. Mulai dari laut di Banyuwangi, Jember hingga ke Pacitan,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, di Ditpolair Polda Jatim, Senin ( 7/5/2018).
Setelah ditangkap secara ilegal di laut selatan, 31 ribu ekor benih udang ini selanjutnya di bawa ke Surabaya. Kemudian empat pelaku ini mengemasnya dan hendak diselundupkan ke luar negeri.
“Benur ini akan dijual ke Singapura, Vietnam dan negara Asia lainya. Para pelaku ini hendak mengirimkan lewat bandara Juanda,” jelas Dirpolair Polda Jatim Kombes Pol Agusli Rasyid.
Dalam pengungkapan ini, anggota Ditpolair Polda Jatim sudah melakukan penyelidikan di laut selatan Pulau Jawa selama dua pekan.
Begitu benur di bawa ke Surabaya, petuga pun membuntuti dan melakukan penangkapan saat masuk ke pengepul.
“Saat ini di bulan Mei dan Juni, memang masa panen benur di lautan. Nelayan yang menangkap secara tradisional,” sambung Kasubdit Gakkum Dirpolair Polda Jatim, AKBP Darman.
Darman mengaku, empat pelaku yang kini diamankan itu merupakan pengepul besar yang hendak mengirimkan benur ke luar negeri.
Caranya, 31 ribu benur dimasukan ke dalam botol. Kemudian, benur yang suah dimasukan ke dalam botol ini di pinadahkan ke koper guna dipaketkan ke luar negeri melalui bandara Juanda.
“Botol-botol berisi benur ini disatukan dengan pakaian di dalam koper. Ini untuk mengelabuhi petugas,” ucapnya.
Menurut Darman, negara luar negei tidak memiliki benur. Tapi memiliki tekhnologi budidaya benur yang didatangkan secara ilegal dari laut-laut di Indonesia.
Selain mengunglap penyelundupan benur, Polair juga mengamankan 19 pelaku pencurian ikan dengan cara memakai bondet. Mereka ditangkap di beberapa perairan di wilayah Madura dan Pasuruan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/benur-ekspor-disita_20180507_192400.jpg)