Pilgub Jatim 2018
Begini Reaksi Gus Ipul Dihadiahi Pantun di Acara Pengajian
Calon Gubernur Jawa Timur Gus Ipul, hadir pada acara Pengajian Umum Menyambut Bulan Suci Ramadhan di Surabaya
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut dua, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), hadir pada acara Pengajian Umum Menyambut Bulan Suci Ramadhan di Surabaya, Rabu (9/5/2018).
Hadir di pengajian yang berada di Kedung Asem, Kelurahan Kedung Baruk, Surabaya, Gus Ipul diundang sebagai salah satu Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Di sela acara tersebut, kandidat yang berpasangan dengan Cawagub, Puti Guntur Soekarno ini juga menyempatkan melihat bazar yang tak jauh dari lokasi pengajian.
Di bazar ini, Gus Ipul berinteraksi dengan para penjual dan pembeli berbagai produk.
Baca: Sevilla Vs Real Madrid, Diwarnai Gol Bunuh Diri, Los Blancos Dipermalukan Tim Tuan Rumah
Sontak, masyarakat yang ada di kawasan ini berebut salaman hingga swafoto dengan suami Fatma Saifullah Yusuf ini.
Selanjutnya, penyambutan Gus Ipul di acara pengajian yang juga dihadiri ribuan jemaah ini cukup spesial.
Pembawa acara di majelis tersebut membacakan sebuah parikan (pantun dalam bahasa Jawa) yang dipersembahkan kepada Gus Ipul. Berikut bunyi petikan parikan tersebut:
"Onok kudung ditali simpul mati
Wayahe pilgub engkok ojo lali dukung Gus Ipul bareng Mbak Puti"
Mendapat kejutan tersebut, Gus Ipul mengaku terkejut. "Bu, awalnya ini tadi sudah ngantuk soalnya capek keliling Jawa Timur selama seharian. Tapi, begitu dengar pantunnya, segar lagi," canda Gus Ipul disambut tawa seluruh jemaah.
Gus Ipul menyebut membuat orang bahagia adalah salah satu cara mencari ridho Allah. "Kalau kita bisa membahagiakan orang lain, maka kita juga akan dibuat bahagia oleh Allah," kata Gus Ipul.
Kebahagiaan masyarakat, menurutnya juga menjadi salah satu parameter keberhasilan pembangunan sebuah daerah secara umum.
Baca: Indahnya Sunset Pantai Payangan Jember, Suasananya Romantis
"Jadi di indeks pembangunan, ada indikator perasaan bahagia dari masyarakat. Percuma kalau pembangunan marak, namun situasi masyarakatnya tak bahagia," kata Gus Ipul yang juga Wakil Gubernur Jatim dua periode ini.
Forum pengajian tersebut juga menjadi ajang interaksi. Dari perilaku interaksi inilah akan sekaligus memunculkan perasaan bahagia bagi masyarakat.
"Kebahagiaan itu ada di hati. Bahagia itu penting. Bersama masyarakat, gembira. Bersama keluarga, juga bahagia. Insya Allah, kalau kita saling menyenangkan orang lain, surga hadiahnya," kata Gus Ipul.
Selain itu, untuk bisa bahagia di antaranya juga menjadikan Al-Quran sebagai pegangan utama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-surabaya-gus-ipul-pengajian-di-surabaya_20180510_094511.jpg)