Semarak Ramadan 2018
Melihat Mahasiswa Muslim Thailand di Jember Jalani Puasa, Tarawih dan Tadarus Bareng, Meski Menunya
Jauh dari kampung halaman jadi tantangan tersendiri bagi mahasiwa muslim Thailand saat menjalani ibadah puasa di Jember.
Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Jauh dari kampung halaman dan orang tua, menjadi tantangan tersendiri bagi para mahasiwa muslim asal Thailand saat menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan di negara orang.
Perbedaan budaya, makanan serta bahasa menjadi hal yang harus dibiasakan lebih 50 orang mahasiswa muslim Thailand yang ada di Jember.
Saat ini mereka tengah menempuh studi di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember dan beberapa kampus lainnya. Puluhan mahasiswa tersebut berasal dari empat provinsi di Thailand, yakni Songkhla, Pattani, Jala, dan Naratiwak.
Selain di IAIN Jember, mereka juga ada yang menempuh studi di beberapa perguruan tinggi, seperti Universitas Islam Jember (UIJ), Universitas Jember (Unej), dan Universitas Muhammadiyah Jember.
Nasron, seorang mahasiswa asal Thailand yang sudah fasih berbahasa Indonesia ini mengtakan, pengalaman dan kesannya ketika berpuasa di Indonsia, soal makanan menurutnya berbeda sekali dengan di Thailand.
“Beda banget disini, menunya ya nasi sama lauk itu aja, beda kalau di Thailand, pilihannya lebih banyak," ujarnya, saat mengikuti kegiatan keagaaman rutin di Kampus, Jumat (25/5/2018) sore.
Selain menu yang menurutnya kurang variatif, cita rasa yang berbeda membuat ia belum terbiasa makan masakan Indonesia.
"Beda makanan di sini, cenderung ada yang pedas dan manis kalau di Thailand lebih gurih kayak Tomyam itu, sempat aneh tapi ya harus makan," jelasnya, sambil tertawa.
Selama Ramadan, ia bersama rekan-rekannya rutin mengaji di masjid IAIN Jember sembari menunggu buka puasa selain itu banyak aktivitas sosial yang dilakukan rekan- rekannya.
“Sembari nunggu buka puasa gitu kita mengaji, kami juga punya organisasi di sini. Selama Ramadan ya kami sering buka bersama, tadarus bersama, dan bakti sosial,” tambahnya.
Berbeda dengan Nasron yang sudah dua tahun hidup di Indonesia, Nadia Cekmakming membagikan ceritanya bahwa ini adalah Ramadan pertama kalinya terpisah jauh dari keluarganya,
"Pertama kali jauh dari keluarga Ramadan kali ini," ungkapnya.
Meski tidak bisa berkumpul dengan keluarga, Gadis yang masih belajar bahasa Indonesia itu mengaku, cukup lega karena bisa bertemu rekan-rekannya dari Negara Thailand.
“Tiap hari ada mereka yang dari Thailand, sama seperti keluarga, kangen jadi terobati,” ucap mahasiswi Tadris Bahasa Inggris IAIN Jember ini.
Ashari selaku dosen pembimbing mahasiswa Thailand di IAIN Jember mengatakan, selama Ramadan, banyak aktivitas sosial dan keagamaan yang dilakukan mahasiswa tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/mahasiswa-thailand-di-iain-jember_20180526_111203.jpg)