Serangan Bom di Surabaya

Ini Rencana Kemensos Terhadap Penanganan Anak Bomber Surabaya-Sidoarjo

Kemensos sudah siap melakukan pendampingan dan pemulihan psikologi tujuh anak pelaku bom bunuh diri (bomber) di Surabaya

Ini Rencana Kemensos Terhadap Penanganan Anak Bomber Surabaya-Sidoarjo
TribunJatim.com
Kolase Risma dan Bom di Surabaya 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kementrian Sosial (Kemensos) sudah siap melakukan pendampingan dan pemulihan psikologi tujuh anak pelaku bom bunuh diri (bomber) di Surabaya dan Sidoarjo.

Kemensos sudah punya rencana penanganan dan pendampingan bagi anak-anak ini.

Direktur Rehabilisasi Sosial Anak Kemensos, Nahar menjelaskan, pihaknya sudah siap melakukan penanganan dan pendampingan selanjutnya terhadak tujuh anak Bomber setelah diserahkan Polda Jatim.

“Langkah pertama melakukan pengecekan kondisi prsikologis naka-anak seperti apa, selanjutnya diputuskan langkah apa guna melakukan pendampingan lanjutan ini,” sebut Nahar saat ditemui di Mapolda Jatim, Selasa (12/6/2018) ini.

Pendampingan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim, kata Nahar sudah selesai.

Baca: Wali Kota Surabaya Risma Ungkap Alasan Tidak Bisa Adopsi Anak-anak Bomber

Langkah selanjutnya dilakukan Kemensos yang sudah memiliki kesiapan pendampingan. Mulai pendampingan pendidikan, konseling, rehab sosial dan pendampingan sosial.

“Proses rehabilitasi dan pendampingan sosial membutuhkan waktu dan penanganan khusus. Kami berharap anak-anak bisa hidup wajar seperti anak seusianya,” tutur Nahar.

Menurut Nahar, penanganan dan pendampingan terhadap anak-anak dari orangtua terduga teroris bukan hal bar bagi Kemensos. Kemensos sudah melakukan pendampingan terhadap 90 anak dari orang yang terduga teroris.

Kemensos punya tempat khusus untuk kepentingan anak-anak. Tempat tersebut nyaman dan terbaik untuk anak-anak.

“Kami lakukan yang terbaik bagi anak-anak ini. Mereka nanti bisa ditangani di Jakarta atau di Jawa Timur, Kemensos akan membahasnya,” jelas Nahar.

Dalam melakukan pendampingan anak Bomber, lanjut Nahar, Kemensos juga bakal melibatkan peran dari keluarga dari anak-anak.

Baca: Gagal Terbang, Atlet Paralayang Asal Jombang Tewas Terjatuh saat Latihan

Lantaran ketujuh anak ini juga masih punya anggota keluarga dan diharapkan bisa membantu pemulihan anak.

Soal berapa lama Kemensos bakal melakukan pendampingan anak-anak Bomber Surabaya dan Sidoarjo, Nahar belum bisa memutuskan. Karena masing-masing anak kondisi prikologinya tidak sama.

“Antara anak satu dengan lainnya pasti ada perbedaan, nanti lihat kondisi bagimana. Sehingga saat kembali ke keluarga, kondisi anak sudah bebas dari pemahaman radikalisme,” pungkas Nahar. (Surya/Fatkhul Alamy)

Penulis: Fatkhul Alamy
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved