Kenapa Selalu Ada Timun dan Tomat dalam Sajian Ayam Bakar? Ternyata ini Lho Alasannya

Ayam bakar merupakan salah satu menu makanan lezat yang biasa dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.

Editor: Dwi Prastika
Surya/Neneng Uswatun Hasanah
Ayam bakar madu 

TRIBUNJATIM.COM - Ayam bakar merupakan salah satu menu makanan lezat yang biasa dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.

Terlebih sekarang ini banyak tempat makan dengan menu utamanya adalah ayam.

Terutama jika tinggal di kota besar, pasti ada saja tempat makan yang hanya menyajikan berbagai macam menu olahan dari unggas ini.

Terlepas dari rasanya yang enak, ternyata ayam bakar atau segala makanan yang dibakar mengandung senyawa penyebab kanker.

Baca: Tips Jitu Pakai WhatsApp: 3 Cara Baca Pesan Tanpa Terlihat hingga Intip Chat yang Telah Dihapus!

Melansir laman Wartakota Tribunnews, makanan gosong mengandung senyawa nitrosamin yang dianggap sebagai penyebab munculnya kanker (karsinogenik) di dalam tubuh.

Apalagi jika kita sangat jarang mengonsumsi sayur, tentu risiko penyakit degeneratif lebih besar.

Itulah mengapa setiap kita membeli ayam bakar atau ikan bakar, pasti penjual akan menyajikan timun atau tomat sebagai 'makanan pencuci mulut'.

Baca: 250 ASN Disumpah, Tri Rismaharini: Kalau Ada yang Tak Mau Nyanyi ‘Indonesia Raya,’ Keluar dari PNS!

Melansir laman Intisari, timun mengandung vitamin C, beta karoten dan polifenol, seperti quercetin dan kaempferol, yang akan membantu mengurangi radikal bebas dari makanan yang dibakar tersebut.

Laman Wartakota Tribunnews menyebutkan di dalam mentimun juga mengandung saponin, enzim proteolitik serta glutation.

Saponin adalah senyawa surfaktan bersifat hipokolesterolemik, imunostimulator, dan antikarsinogenik.

Mekanisme antikoarsinigenik saponin meliputi efek antioksidan dan sitotoksik langsung pada sel kanker.

Baca: Salman Khan Senyum di Balkon Sapa Penggemar, Keadaan di Belakangnya Terekam Kamera, Nggak Nyangka!

Saponin dari kedelai merupakan sumber makanan yang sudah diteliti dapat menurunkan risiko kanker.

Sedangkan glutation merupakan antioksidan endrogen dalam tubuh yang digunakan sebagai penangkal oksidatif yang di antaranya adalah senyawa radikal bebas, atau karsinogen.

Sifat oksidatif dari glutation adalah glutation mampu melakukan peroksidasi terhadap radikal bebas dalam tubuh.

Sebagai suku Cucurbitaceae yang biasanya terdapat kukurbitasin, mentimun juga mengandung 35.100 hingga 486.700 ppm asam linoleat.

Baca: 3 Alasan Ratna Pandita Akui Lucinta Luna Transgender, Kejanggalan Bentuk Tubuh hingga Gaya Bercanda

Sumber: Nakita
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved