Kuliah Sambil Magang di STIE Perbanas Surabaya, Mahasiswi ini Wisudawan Terbaik

Menjadi wisudawan terbaik merupakan harapan setiap mahasiswa. Dalam wisuda STIE Perbanas Surabaya yang digelar Sabtu (30/6/2018)

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Yoni Iskandar
sulvi sofiana/surya
Wisudawan berprestasi STIE Perbanas , Tutut Murniati yang meraih IPK 3,9 usai menjalani prosesi wisuda bersama kedua orang tuanya di Dyandra Convention Center, Sabtu (30/6/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Menjadi wisudawan terbaik merupakan harapan setiap mahasiswa. Dalam wisuda STIE Perbanas Surabaya yang digelar Sabtu (30/6/2018) juga diumumkan sejumlah wisudawan terbaik di tiap jurusan.

Namun, predikat wisudawan terbaik merupakan hal yang tak diduga wisudawan jurusan Akuntansi, Tutut Murniati yang meraih IPK 3,95.

"Saya bisa kuliah saja suatu hal yang spesial, apalagi bisa menyelesaikan studi dengan predikat ini,"ungkap gadis asla Pacitan ini.

Kuliah menjadi hal yang mustahil bagi Tutut yang waktu itu lulusan SMK. Tanpa beasiswa bidikmisi, keluarganya tidak akan mampu membiayai pendidikannya.

Untuk itu, sejak berminat pada akuntansi, ia berniat menekuninya di SMK dan mencoba mendaftar di PTN. Sayangnya ia terus gagal.

Baca: Fredrich Yunadi Mengaku Belum Dibayar oleh Setya Novanto?

"Guru SMK saya yang ngabari di STIE Perbanas ada beasiswa bidikmisi, jadi saya daftar,"ungkapnya.

Menempuh pendidikan di STIE Perbanas menurutnya telah memberinya banyak pengalaman. Ia memulai perkuliahannya dengan mengikuti club English untuk menambah kemampuannya.

Ia juga mencari lowongan magang di kampus, yaitu sebagai customer service penerimaan mahasiswa baru. Magang ini ia jalani dari semester dua hingga selesai kuliah.

"Uang saku sebenarnya ada dari beasiswa, tapi tidak cukup makanya saya kerja magang,"urai gadis kelahiran Pacitan, 16 November 1965 ini.

Dengan sibuknya jadwal kuliah Putri dari pasangan Jemingun (60) dan Jeminah (55) ini mengungkapkan magang di kampus merupakan upayanya untuk bisa mendapat tambahan uang saku dan tetap kuliah.

Selain mendapat uang jajan dari program magang, ia juga menjadi asisten dosen.

"Saya mendapat banyak keuntungan di kampus sehingga bisa menyelesaikan studi, bahkan bisa menyisihkan sedikit uang saku untuk keluarga di kampung," urai mahasiswa yang juga perah menjabat sebagai Direktur Penjaminan Mutu BEM STIE Perbanas Surabaya ini.

Baca: Tim Khofifah Emil Siap Kawal Coblosan Ulang di Manukan Kulon Surabaya

Saat ini Tutut juga telah diterima sebagai staff akuntansi salah satu perusahaan media di Surabaya. Ia memilih memasuki dunia kerja sambil menunggu perkuliahan S2 yang ingin ia ambil tahun depan dengan beasiswa LPDP.

Keputusan wisudawan terbaik dipilih berdasarkan berbagai kriteria yang sudah ditetapkan oleh kampus. Di antaranya IPK tertinggi di antara semua lulusan pada masing-masing program studi, Ujian skripsi/LKP lulus pada ujian utama atau tanpa mengulang, tidak pernah melakukan pelanggaran akademik, berprestasi akademik maupun nonakademik, dan aktif berkegiatan organisasi mahasiswa.

Baca: Guns N Roses Konser di Jakarta, Dua Kategori Tiket Ludes Terjual dalam Sehari

Orang tua Tutut, Jemingun mengungkapkan sangat bangga akan prestasi anaknya, pasalnya kondisi ekonomi keluarganya tidak mampu membiayai pendidikan Tutut. Namun, dengan kemandirian Tutut, keluarganya bisa melihat anak keduanya ini menyelesaikan pendidikan tinggi.

"Sudah 10 tahun dia cari biaya sendiri untuk sekolahnya, jadi saya sangat bersyukur dia bisa menyelesaikan kuliah,"ungkapnya haru. (sulvisof )

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved