Bocah 16 Tahun Jadi Bandit Jalanan di Kota Surabaya, Begini Aksinya

P terlibat tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) bersama temanya di Jalan Ngagel Jaya Barat Surabaya, 26 Juni 2018 malam.

Penulis: Fatkhul Alamy | Editor: Yoni Iskandar
Tribunnews.com
Ilustrasi 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Usianya masih belia, tapi ABG bernama AP sudah terlibat aksi kejahatan jalanan.

Di usianya 16 tahun, AP terlibat tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) bersama temanya di Jalan Ngagel Jaya Barat Surabaya, 26 Juni 2018 malam.

AP yang tinggal di Jalan Ngagel Rejo Perjernihan Dalam Surabaya berbuat kriminal bersama M Heru Purwanto (26), asal Probolinggo dan kos di Jalan Ngegel Rejo Utara Surabaya.

Dengan naik motor Honda Sonic warna hitam tanpa plat motor, keduanya merampas hanphone (HP) milik seorang mahasiswa, Maulana Ishak (23).

Baca: Calon yang Diusung Gagal Menang Pilkada, Ketua PDIP ini Langsung Mundur dari Jabatannya

Aksi kejahatan jalanan itu bermula ketika korban Maulana sedang berada di tepi Jalan Ngagel Jaya Barat tepatnya di samping kafe DeJavu. Korban yang sedang naik motor berhenti lantaran mau membalas pesan WhatsAap (WA) dari temannya.

Dari arah belakang samping kanan, tiba-tiba kedua pelaku yang naik motor memepet korban. Pelaku AP dan sudah putus sekolah yang membonceng Heru langsung merampas HP milik korban.

“Sempat terjadi tarik menarik HP, karena korban berusaha mempertahankan HP miliknya. Korban terjatuh dan pelaku langsung kabur dengan membawa HP rampasan,” sebut Iptu Djoko Susanto, Kanit Reskrim Polsek Gubeng Surabaya, Senin (2/7/2018).

Tidak mau kehilangan HP, korban lantas mengejar pelaku sambil teriak-teriak jabret di sepanjang jalan.

Teriakan korban mengundang perhatian pengguna jalan dan anggota Polsek Gubeng yang sedang patroli yang ikut melakukan pengejaran.

Baca: Intip 10 Gaya Ayya Renita Kini, Peserta Audisi Indonesian Idol yang Khas dengan Pakaian Jamunya

Pengejaran membuahkan hasil dengan tertangkapnya kedua pelaku di Jl Ngagel Jaya Utara atau tepatnya di dekat Gereja Kristen Indonesia (GKI).

Dari tangan pelaku, petugas menyita HP merk Samsung Type S7 warna gold milik korban dan motor Honda Sonic warna hitam milik pelaku.

Heru Purwanto, salah satu pelaku di hadapan petugas mengaku terpaksa meelakukan tindak kejahatan lantaran tak memiliki uang. HP rampasan rencananya dijual dan hasilnya bakal dibagi dua.

“Baru sekali melakukan (merampas HP), tapi ditangkap. Saya ajak teman (AP) dan dia bertugas yang merampas, saya yang di depan (joki motor),” aku Heru. (Surya/Fatkhul Alamy)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved