Pilkada Kabupaten Madiun

Calon yang Diusung Gagal Menang Pilkada, Ketua PDIP ini Langsung Mundur dari Jabatannya

Sikap ksatria ditunjukkan Ketua PDIP di Jatim ini yang langsung mundur dari jabatannya usai calon di Pilkada kalah.

Calon yang Diusung Gagal Menang Pilkada, Ketua PDIP ini Langsung Mundur dari Jabatannya
SURYA/RAHADIAN BAGUS
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Madiun Anang Dwi Suyatno akan mengundurkan diri dari jabatannya, saat di Kantor DPRD Kabupaten Madiun, Senin (2/8/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Madiun Anang Dwi Suyatno, akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai ketua DPC.

Anang mengaku, dia mengundurkan diri lantaran gagal memenangkan calon yang diusung PDI Perjuangan dalam Pilkada Kabupaten Madiun 2018.

"Waktu itu saya kan menyampaikan, pada saat Rakercabsus, apabila saya gagal dalam mengawal Pilkada 2018, konsekuensinya saya harus mundur. Saya mengundurkan diri dari ketua cabang Kabupaten Madiun," ujarnya, saat ditemui di Kantor DPRD Kabupaten Madiun, Senin (2/8/2018) siang.

Menurut Anang, seluruh kader simpatisan dan juga relawan telah bekerja semaksimal mungkin untuk memenangkan pasangan Djoko Setijono-Suprapto (Djosto).

Baca: Lawan Istri Kang Yoto, Calon PDIP dan PKB Menangi Pilkada Bojonegoro Versi Hitung Cepat

Namun, garis takdir berkata lain, pasangan Djosto kalah dalam real count yang dilakukan KPU Kabupaten Madiun.

"Kami tidak pernah menyesal dalam hal ini. Apa pun itu, proses demokrasi sudah kita jalankan, teman-teman semua juga sudah semangat. Kalaupun hasilnya seperti ini, saya yang harus bertanggung jawab," katanya.

Ia mengatakan, meski sudah menyatakan akan mundur, namun surat pengunduran diri akan diserahkan setelah KPU selesai melakukan pengitungan suara manual.

"Apa yang saya utarakan ini setelah penghitungan manual di KPU selesai. Tetapi dalam pengunduran diri kan butuh proses, harus izin ke DPD dan juga ke DPP. Insyallah minggu ini akan saya serahkan," tegasnya.

Baca: Temukan Indikasi Pelanggaran Masif di Pilgub Jatim, Risma Lapor Megawati

Dia juga meminta maaf kepada seluruh masyarakat, terutama kepada kader PDIP, relawan, siimpatisan dan pendukung pasangan Djosto.

"Ternyata kursi banyak, dan koalisi besar tidak menjamin. Pilihan masyarakat harus kita hormati," imbuhnya.

Halaman
12
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help