Survei Terhadap Pemilih Muslim: Hari Tanoe, Habib Rizieq Masuk Bursa Capres Populer

Pada survei Pusat Kajian Pembangunan dan Pengelolaan Konflik (PUSPEK) FISIP Universitas Airlangga Surabaya ada

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Yoni Iskandar
bobby Koloway/surya
Hasil survei 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pada survei Pusat Kajian Pembangunan dan Pengelolaan Konflik (PUSPEK) FISIP Universitas Airlangga Surabaya ada beberapa temuan menarik, Selasa (3/7/2018).

Untuk diketahui, survei ini memotret arah pemilih Islam jelang pemilu 2019 mendatang.

Di antaranya, adanya temuan mengenai masuknya beberapa nama baru yang cukup populer. Di antaranya, Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo) yang juga bos media besar, Hary Tanoesoedibjo (HT) sebagai kandidat capres.

Kemudian, Imam besar sekaligus pendiri Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab. Serta, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal (Pol) Tito Karnavian.

Dari tingkat popularitas, Habib Rizieq berhasil meraih 7,6 persen dengan popularitas pertanyaan terbuka. Sementara, untuk popularitas tertutup, Habib Rizieq memperoleh 51,9 persen.

Baca: Tampil Dengan Skuat Berbeda, Berikut Susunan Pemain Indonesia vs Singapura Piala AFF U-19

Pada populeritas tertutup, Habib Rizieq berada di bawah Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Mahfud MD (54,1 persen) dan di atas Walikota Bandung (Ridwan Kamil).

Sementara Tito memperoleh 5,1 persen untuk popularitas dengan pertanyaan terbuka dan 37,2 persen untuk pertanyaan tertutup. Pada pertanyaan terbuka, Tito sedikit di atas Gubernur Jawa Barat saat ini, Ahmad Heryawan (5,0 persen).

Namun, apabila dari sisi elektabilitas, kedua figur ini masih kalah dengan HT. Bahkan, kedua nama ini tak tercantum dalam daftar 9 nama dengan elektabilitas tertinggi versi survei ini.

HT berhasil berada di peringkat ketujuh dengan persentase elektabilitas sebesar satu persen. HT memiliki angka sama dengan Mahfud MD dan sedikit di atas elektabilitas Abdul Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Tak hanya untuk Capres, nama HT bahkan masuk dalam bursa cawapres dengan akseptabilitas sebesar 5,7 persen.

Wahyu Prasetyawan, Pengajar Senior UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menilai bahwa masuknya nama-nama tersebut disebabkan masing-masing figur yang berkecimpung dengan pemilih muslim. Menariknya, hal ini tanpa mempedulikan latar belakang agama masing-masing figur.

"Hal ini memperlihatkan bahwa pemilih muslim masih cukup terbuka. Ini menjadi contoh sikap inklusif untuk menerima tokoh-tokoh yang berasal bukan dari kalangan Islam," kata Wahyu.

Meskipun kata Wahyu, apabila dilihat dari demografi responden survei, mayoritas masih merupakan pemilih muda. "Sehingga ini bisa menjadi catatan. Sekalipun, figur-figur ini bukan merupakan top of mind," ujarnya.

Di luar nama-nama tersebut, di survei ini juga ada nama Gatot Nurmantyo (Mantan Panglima TNI), Agus Harimurti Yudhoyono (Kogasma DPP Partai Demokrat), hingga Anies Baswedan (Gubernur DKI Jakarta) yang juga masuk di bura capres populer.

Baca: Survei Puspek Soal Pemilih Muslim: Elektabikitas Jokowi Tertinggi, Cak Imin. . .

Untuk diketahui, berdasrkan hasil survei ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih menempati urutan tertinggi apabila kembali dicalonkan sebagai capres pada pemilu mendatang. Jokowi sukses mengungguli beberapa nama lain yang disinyalir juga akan maju.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved