Breaking News:

Luka Modrić, Kapten Timnas Kroasia yang Dulunya Pernah Jadi Pengungsi Perang Kemerdekaan

Kapten dan pemain paling krusial di Kroasia, Luka Modrić memiliki lika-liku kehidupan yang rumit sebelum bisa tampil di Piala Dunia kini.

Twitter
Gelandang dan kapten Kroasia, Luka Modric, setelah timnya lolos ke final Piala Dunia 2018 

Modrić dan keluarganya dipaksa hidup sebagai pengungsi selama tujuh tahun di Hotel Kolovare.

Mereka kemudian pindah ke Hotel Iž yang dikelilingi oleh suara granat meledak dan pecahan kaca.

55 Petugas Kepolisian Diterjunkan untuk Bantu Pengamanan di Asrama Haji Sukolilo Surabaya

Modrić masih ingat betul dengan momen sulit dalam hidupnya itu.

Sepak bola hanya menjadi media pelarian diri dari konflik yang mengerikan yang melanda Kroasia pada awal tahun sembilan puluhan, lapor MailOnline.

Seorang juru bicara untuk Hotel Kolovare pernah menyatakan:

"Modrić telah memecahkan lebih banyak kaca di jendela hotel daripada apa yang telah diledakkan oleh bom."

"Dia bermain sepak bola non-stop di sekitar aula hotel."

Sebelum karirnya di lapangan hijau sukses besar seperti saat ini, Modrić juga menemui banyak kendala.

Dari Pizza Sampai Cheesecake, 7 Makanan ini Dibuat dengan Porsi Raksasa, Berani Coba?

Tim sepak bola Kroasia HNK Hajduk Split memilih untuk tidak mengontrak Modrić karena dinilai terlalu muda dan tidak memiliki otot yang kuat sebagai seorang profesional.

Tapi kini Hajduk Split boleh jadi menjadi pihak yang paling menyesal dengan keputusannya.

Halaman
123
Editor: Agustina Widyastuti
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved