Pileg 2019

Ijazahnya Tak Jelas, 28 Bacaleg ini Dicoret Oleh KPU Kabupaten Mojokerto

Sebanyak 28 Bacaleg ini dicoret oleh KPU Kabupaten Mojokerto gara-gara ijazahnya tidak jelas.

ilustrasi ijazah 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - KPU Kabupaten Mojokerto mencoret 28 Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) lantaran dianggap tidak sanggup memenuhi persyaratan.

Komisioner Divisi Teknis KPU Kabupaten Mojokerto Achmad Arif mengatakan, dari hasil analisis penelitian dokumen yang dilakukannya menemukan sejumlah dokumen yang dianggap meragukan.

Karena dianggap dokumen itu meragukan maka KPU melakukan klarifikasi untuk memastikan secara pasti ke pihak terkait kebenaran dokumen tersebut.

"Ada dokumen yang meragukan misalnya legalisir ijazah harus dilengkapi stempel basah dan tanda tangan pihak dari satuan pendidikannya," ujarnya, Kamis (2/8/2018).

Makin Menarik, AHY Calon Kuat Dampingi Prabowo di Pilpres 2019, Tapi Terancam Ijtima Ulama

Arif mengatakan proses verifikasi akan dilaksanakan hingga Selasa (7/8/2018) pekan depan. Apabila ada Bacaleg yang tidak memenuhi persyaratan maka akan langsung dicoret. Maka Bacaleg tersebut tidak akan dimasukkan dalam Pengumuman Daftar Calon Sementara (DCS) anggota DPRD Kabupaten Mojokerto.

"Adapun dari 28 Bacaleg dicoret karena dokumen tidak memenuhi syarat paling banyak adalah terkait ijazahnya atau legalisir ijazah tidak jelas," ungkapnya.

Masih kata Arif, sampai saat ini KPU masih melakukan proses verifikasi untuk meneliti seluruh dokumen persyaratan Bacaleg. Potensinya ada Bacaleg yang dicoret lantaran tidak sanggup memenuhi persyaratan.

"Namun untuk mengetahui secara pasti kita tunggu hingga final penelitian dokumen," ujarnya.

10 Tahun Angka Kemiskinan di Jatim Turun 7,53%, Pakde Karwo Dukung Khofifah Percepat Pengentasan

Sebelumnya, KPU telah menentukan dari hasil penelitian tahap pertama diketahui ada 547 Bacaleg yang statusnya tidak memenuhi persyaratan.

Setelah diberi perpanjangan waktu selama 10 hari dan berakhir pada Selasa (31/7/2018) kemarin untuk memenuhi seluruh persyaratannya.

Dari 547 berkurang menjadi 28 Bacaleg yang langsung dieksekusi oleh partai politik pengusungnya masing-masing. Karena Bacaleg dianggap tidak bisa memenuhi persyaratan administrasi maka langsung dicoret.

Adapun 28 Bacaleg yang dicoret di antaranya berasal dari partai politik Hanura 10 orang, Gerindra 9 orang, Partai Bekarya 5 orang, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ada 2 orang serta Partai PBB dan PPP masing-masing 1 orang. (Surya/Mohammad Romadoni)

Petarung UFC Jared Gordon Dipalak Dua Preman Salah Sasaran, Akibatnya Terjadi Duel Berdarah

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved