HDCI Surabaya Minta Maaf ke Korban Arogansi Penunggang Moge
Pengurus Harlay Davidson Club Indonesia (HDCI) Surabaya menemui Faisal Yasir Arifin (39), korban sikap arogansi jalanan penunggang motor gede (moge).
Penulis: Fatkhul Alamy | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pengurus Harlay Davidson Club Indonesia (HDCI) Surabaya menemui Faisal Yasir Arifin (39), korban sikap arogansi jalanan penunggang motor gede (moge).
HDCI Surabaya meminta maaf ke Faisal atas sikap yang dilakukan pemotor moge, Jumat (3/8/2018) malam.
HDCI Surabaya bertemu dengan Faisal di Angkringan Warkop di Jalan A Yani Surabaya. Dalam pertemuan ini, beberapa perwakilan pengurus HDCI berdialog secara kekeluargaan dengan Faisal sambil minim kopi di angkringan yang berada di depan sebuah ruko.
HDCI Surabaya meminta maaf kepada Faisal, atas sikap arogansi oleh pemotor moge ketika berada di Jalan raya Krian, Sidoarjo, 27 Juli 2018 lalu.
Saat itu, Faisal yang naik mobil sempat dihalang-halangi, dihentikan dan mendapat penganiayaan oknum pemotor moge.
• Sesalkan Kejadian di Krian Sidorajo, HDCI Surabaya Kunjungi Coy, Korban Pengeroyokan Pengendara Moge
"Kami sedang menyelidiki siapa oknum pemotor yang bersikap arogan di jalanan di Krian, Sidoarjo. Kami sangat menyesalkan kejadian itu yang tak pantas," sebut Toni Wahyudi, Ketua HDCI Surabaya, Jumat (3/8/2028) malam.
Toni menuturkan, HDCI Surabaya tidak ada event ketika peristiwa ugal-ugalan oknum pemotor moge di Krian, Sidoarjo, pada Jumat (3/8/2018) lalu.
Lantaran tak ada acara, kata Toni, jadi sulit diketahui siapa oknum pemotor moge yang sedang berada di jalanan.
Tapi, HDCI sedang menelusuri dan tidak mentolilir sikap arogansi pemotor ketika berada di jalan raya. Setiap anggota HDCI ketika mengendarai moge harus menghormati dan berbagi dengan pengendara lainnya.
"Tidak boleh ada arogansi di jalanan. Kami selalu mendekatkan diri dengan masyarakat. Bentuknya biasanya kami baksos (bakti sosial) sebulan sekali," jelas Toni.
Toni menegaskan, secara organisasi HDCI Surabaya meminta maaf kepada sudara Faisal. Kendati belum ada kepastikan jika yang ugal-ugalan dan arogan di Krian, Sidoarjo itu anggota HDCI Surabaya.
Faisal mengapresiasi simap baik dan respon cepat HDCI Surabaya, meski belum tentu oknum yang melakukan itu anggotanya.
Dia juga memaafkan insiden yang menimpa dirinya dan persoalan sudah selesai. Kedepan diharapkan arogansi di jalanan pemotor moge tak terulang lagi.
"Saya berharap tak ugal-ugalan saat di jalan. Saya berani protes dan tegur pemotor moge yang ugal-ugalan, tujuannya mengedukasi pengguna jalan supaya bersikap sopon terhadap pengguna jalan lainnya," ucap Faisal.
Seperti diketahui, Faisal yang tinggal di Gayungan Surabaya ini terlibat keributan dengan rombongan pemoge di Krian Sidoarjo, 27 Juli 2018.
Saat itu, Faisal naik mobil dari arah Mojokerto ke Surabaya. Sesampai di jalan raya Balongbendo-Krian, dia bertemu pemotor gede yang ugal-ugalan memenuhi jalan.
Faisal protes dan menegur, tapi justru dihentikan dan terjadi keributan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-surabaya-ketia-hdci-surabaya_20180804_121729.jpg)