Pilgub Jatim 2018

Khofifah Ingin Koperasi Wanita Jatim Bisa Dikuatkan Lewat Program Short Course

Penjajakan kerjasama dengan Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop, yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Ingin Koperasi Wanita Jatim Bisa Dikuatkan Lewat Program Short Course
ahmad Zaimul Haq/suraya
Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa saat bertemu Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop, Minggu (5/8/2018). 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Penjajakan kerjasama dengan Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop, yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa, kemarin ternyata bukan hanya soal peningkatan kesejahteraan petani kecil.

Sebagaimana dikatakan Khofifah, Senin (6/8/2018) siang, hal yang juga dijajaki termasuk terkait peningkatan kapabilitas koperasi wanita.

Pasalnya di Jawa Timur ada banyak koperasi wanita yang layak dikembangkan dan dimajukan. Salah satunya dalam kemampuan managerial di koperasi wanita.

Khofifah ingin agar ke depan kerjasama Indonesia dan Australia juga bisa memberikan manfaat positif bagi koperasi wanita yang ada di Jawa Timur.

"Secara khusus kemarin saya sampaikan kepada beliau bahwa di Jawa Timur ini banyak Kopwan dan besar-besar. Saya ingin bagaimana ke depan mereka bisa support managerial skill Kopwan Jawa Timur," kata Khofifah.

Khofifah Tunggu Gus Ipul Serahkan Rekomendasi Program RAPBD 2019 dan RPJMD Jawa Timur

Menurutnya managerial skill untuk pelaku usaha kecil terbilang penting dan butuh penguatan. Sehingga ke depan mereka bisa dikuatkan dari managerial pengembangan usaha.Terutama dalam hal penggunaan teknologi.

Khofifah menyebut, di Jawa Timur banyak pengusaha kecil yang belum maksimal memanfaatkan teknologi. Hanya 30 persen yang sudah melek teknologi.

Wanita yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU ini bercerita pada tahun 1990an saat ia berkunjung ke Hongkong, pelaku usaha tas sudah menggunakan komputer untuk membuat desain.

Sedangkan di Jawa Timur penggunaan teknologi masih minim. Padahal jika dilkukan dengan teknologi, maka hasil dan proses kerja akan lebih efektif dan efisien.

"Saya ingin nanti ada short course, Kopwan dan pelaku usaha kecil bisa dapat pelatihan walau tidak lama, dengan begitu akan ada peningkatan kualitas mereka dan produk mereka juga akan berdaya jual," kata Khofifah.

Ia menyebutkan kerja sama semacam ini menurut Khofifah adalah peluang. Bahkan jika bisa berjalan maka itu artinya tidak perlu menggunakan dana dari APBD Jawa Timur.

Lebih lanjut ia menyebut saat di Kementrian Sosial, bahkan selama ia menjadi ketua Muslimat NU, ia memang banyak memanfaatkan program kerjasama dengan luar negeri untuk membantu masyarakat yang linier antara kebutuhan dan prpgram yang disediakan.

Terkait Kematian Arza, Tiga Karyawan RS Trisna Medika Tulungagung Dapat Sanksi

"Banyak lho yang menyediakan kerjasama, ya harus dimaksimalkan. Yang penting sesuai dengan aturan yang mereka syaratkan maka program bisa disalurkan," ucapnya.

Maka ke depan ia kan mencoba mengomunikasikan dengan pihak Australia maupun pemerintah pusat agar program short course untuk Kopwan dan pelaku usaha kecil bisa terlaksana. (Surya/Fatimatuz zahroh)

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved