Ibadah Haji 2018

Nekat Bawa Infus, Sambal Bajak, dan Parfum, Begini Nasib Barang Bawaan CJH yang Disita Petugas

Barang bawaan CJH seperti cairan infus, sambal bajak, dan parfum disita petugas dan bernasib begini.

Tayang:
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Mujib Anwar
SURYA/DIDIK MASHUDI
Barang bawaan calon jemaah haji yang diamankan petugas di Bandara Juanda saat dibawa ke Kantor Kemenang Kabupaten Kediri, Senin (6/8/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Puluhan barang bawaan calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Kediri terjaring razia petugas keamanan Bandara Juanda. Seluruh barang yang disita telah dibawa ke Kantor Kemenag Kabupaten Kediri, Senin (6/8/2018).

Meski larangan barang-barang yang tidak boleh dibawa dalam penerbangan telah disampaikan. Ternyata masih banyak jemaah yang nekat membawanya. Namun barang-barang tersebut akhirnya diketahui petugas dari peralatan X Ray di bandara.

Beberapa barang yang telah diamankan seperti gunting mulai ukuran kecil sampai besar. Ada juga pisau dapur stenlis hingga pisau dapur yang telah karatan serta sejumlah paku.

Menikah di Tanggal Cantik Terancam Batal, Dua Sejoli Asal Lamongan ini Tersandera Sang Kepala Desa

Ada juga jemaah yang membawa sambel bajak cair yang dikemas dalam botol, parfum, minuman kesehatan sampai cairan infuse.

Seluruh barang sitaan telah diserahkan petugas haji di Bandara Juanda ke Kantor Kemenang Kabupaten Kediri.

Malahan untuk mengelabuhi petugas, sejumlah gunting dan silet ada yang sengaja dibawa dengan dibungkus lakban warna hitam. Namun benda logam ini masih tetap terdeteksi peralatan petugas sehingga tetap disita.

H Azis, Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kantor Kemenang Kabupaten Kediri menjelaskan, dari rombongan kloter 54 diamankan 34 jenis benda tajam, gunting, pisau dan paku.

Bayi Arza Meninggal Padahal Lahir Sehat, Rumah Sakit Tak Beri Penjelasan Keluarga

Sementara dari rombongan kloter 55 diamankan 33 gunting, silet dan pisau. Sedangkan dari kloter 56 diamankan botol cairan infus, parfum, minuman suplemen dan sambal bajak cair.

"Barang-barang ini disita berkaitan dengan aturan penerbangan dan imigrasi. Dalam penerbangan dilarang membawa benda tajam dan benda cair," jelasnya.

Sementara terkait dengan cairan infus yang dibawa jemaah juga disita karena termasuk yang dilarang dibawa dalam penerbangan.

"Meski ada yang membungkus dengan lakban hitam, di komputer petugas yang memeriksa dapat melihat yang dibawa benda tajam," katanya.

Gelar Operasi Purnama, Petugas Razia Besar-besaran Pelanggar Parkir di Surabaya , ini Hasilnya

Termasuk sambel yang dibuat cairan tetap dilarang karena termasuk barang yang dilarang dalam penerbangan. Para jemaah sudah diberitahu barangnya yang disita nanti setelah pulang haji bisa diambil di Kantor Kemenang Kabupaten Kediri.

"Jemaah yang membawa paku mungkin dapat cerita dari orang dahulu yang pernah pergi haji. Fungsi paku untuk jemuran dan gantungan baju. Padahal sekarang penginapan jemaah hotel bintang tiga yang telah disiapkan tempat gantungan bajunya," jelasnya.

Sementara Paulo, Humas Kantor Kemenag Kabupaten Kediri menambahkan, dibandingkan dengan tahun lalu, barang larangan dalam penerbangan yang dibawa jemaah calon haji telah banyak berkurang.

Karena tahun lalu ada ratusan gunting, pisau dan silet yang juga disita petugas di bandara.

ASN Pensiun Tembus 220 Ribu, Menpan RB: Tahun ini Pemerintah Buka 110 Ribu Lowongan CPNS

"Tahun ini barang yang disita telah berkurang sekitar 70 persen. Tahun lalu malahan ada jemaah yang membawa palu dan bodi lotion," tegasnya. (Surya/Dim)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved