14.600 Warga Miskin Kediri Dicover Jamkesda, Tagihan dari RS Jiwa Tiap Bulan Meluncur
Tagihan dari rumah sakit terus meluncur, saat Jamkesda di Kediri mengcover belasan ribu warga miskin.
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Jamkesda Kabupaten Kediri tahun ini menangani sekitar 14.600 pasien dari keluarga miskin (gakin). Dibanding tahun sebelumnya, jumlah pasien gakin yang dicover jamkesda melonjak sebanyak 10.000.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dr Adi Laksono menjelaskan, tambahan gakin yang dicover jamkesda berdasarkan data yang telah diverifikasi dari Dinas Sosial.
"Gakin yang dicover jamkesda ini benar-benar miskin yang telah dinyatakan oleh Dinas Sosial. Anggaran untuk pasien gakin ini dari BPKAD," ungkap dr Adi Laksono kepada wartawan, Selasa (7/8/2018).
Seluruh pasien gakin ini dicover dari APBD Kabupaten Kediri. Di luar pasien gakin yang dicover dengan jamkesda, juga disiapkan untuk pasien yang miskin mendadak dan yang lolos tidak dicover jamkesda.
"Rata-rata setiap hari kami menandatangani surat pernyataan miskin (SPM) 4 sampai 6 orang untuk dikirim ke rumah sakit rujukan di Surabaya," jelasnya.
Untuk prosedur pasien gakin diluar jamkesda dijelaskan Adi Laksono harus mendapat persetujuan dari tim di desa, mulai kades, bidan, tokoh, masyarakat kemudian ditandatangani camat.
Selanjutnya suratnya dikirim ke Dinas Sosial untuk langkah verifikasi. Jika sudah lolos verifikasi dan mendapatkan rekom baru diajukan ke Dinas Kesehatan.
"Rata-rata tagihannya dari RSUD Dr Soetomo setiap bulan mencapai Rp 200 juta. Tagihan di RSJ Lawang rata-rata setiap bulan Rp 40 jutaan dan RS Saiful Anwar Malang di bawah Rp 100 juta," tegasnya. (Surya/Dim)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/regional-head-bsm-regional-v-jawa-2-gunawan-arief-hartoyo-bsm-siaran-di-sunrise-mojokerto_20180429_140531.jpg)