73 Persen Angkatan Pertama Boarding School Kediri Diterima PTN
Sebanyak 126 siswa angkatan pertama SMA Dharma Wanita 1 Pare boarding school secara resmi dilepas dalam acara kelulusan
Penulis: Isya Anshori | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 126 siswa angkatan pertama SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School resmi lulus, dengan capaian masuk perguruan tinggi yang melampaui target awal.
- Tingkat kelulusan ke perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBT mencapai 73,21 persen atau 41 dari 56 peserta, ditambah 10 siswa yang lolos melalui jalur SNBP.
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Isya Anshori
TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Sebanyak 126 siswa angkatan pertama SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School resmi dilepas dalam acara kelulusan yang digelar di Convention Hall Simpang Lima Gumul, Kabupaten Kediri, Minggu (14/6/2026)siang
Kelulusan angkatan perdana sekolah berasrama gratis tersebut menjadi catatan tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Kediri.
Pasalnya, para siswa berhasil mencatatkan tingkat penerimaan perguruan tinggi yang melampaui ekspektasi.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, mengatakan capaian tersebut membuktikan bahwa para siswa angkatan pertama berhasil membuktikan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin.
Hal itu ditunjukkan selama tiga bulan capaian passing grade siswa lolos masuk perguruan tinggi negeri yang sebelumnya hanya berkisar 32 persen kini menembus 73,21 persen.
"Passing gradenya bisa diatas 70 persen untuk angkatan pertama. Alhamdulilah (prosentase) ini menjadi lulusan dengan penerimaan di perguruan tinggi terbaik se-Kabupaten Kediri, bahkan mengalahkan beberapa kota/kabupaten lain," katanya.
Secara detail, dari 126 siswa angkatan pertama, 56 ikut Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan hasilnya 41 siswa atau 73,21 persen dinyatakan lolos.
Disamping itu, ada pula 10 siswa masuk lewat jalur prestasi (SNBP). Adapun, secara keseluruhan mereka yang masuk ke perguruan tinggi negeri maupun swasta ada 101 siswa.
Baca juga: Kenang Lahirnya Nama Sang Proklamator Lewat Ruwat Agung Soekarno di Ndalem Pojok Kediri
SMA boarding school yang diresmikan pada 2023 ini menjadi program unggulan Pemkab Kediri untuk memutus rantai kemiskinan lewat pendidikan gratis. Seluruh biaya ditanggung dari APBD.
Para siswa sekolah boarding ini berasal dari keluarga Desil 1. Orang tua mereka rata-rata bekerja sebagai buruh tani, pedagang kecil atau buruh serabutan.
Tiga tahun lalu, mereka seperti tidak ada harapan untuk melanjutkan sekolah. Tapi, kini mereka telah membuktikan kesiapannya menjadi calon mahasiswa baru.
"Ini membuktikan bahwa mereka yang ada di Desil 1 memiliki hak yang sama. Saat mereka masuk tidak punya mimpi untuk lanjut dan begitu kita tempa selama 3 tahun buktinya hari ini mereka bisa lanjut ke perguruan tinggi," ungkap Mas Dhito.
Mas Dhito mengaku kagum dengan semangat dan perjuangan para siswa. Salah satunya Aditya Wahyu Pratama.
| Pembangunan Stadion Gelora Daha Jayati Kediri, Pemkab Gandeng KPK dan Kejati untuk Pengawasan |
|
|---|
| Mas Dhito Pastikan Puskesmas Tiron Kediri yang Terbakar Segera Direhab, Siapkan Relokasi |
|
|---|
| Wacana Sekolah 5 Hari di Kabupaten Kediri, Aspirasi Guru hingga Tokoh Agama Mulai Dihimpun |
|
|---|
| Rakor Forkopimda Jawa-Bali, Bupati Kediri Mas Dhito Jadikan Insiden 2025 Sebagai Evaluasi |
|
|---|
| Pemkab Kediri Salurkan Sapi Kurban Iduladha 1447 H ke Masjid Agung An-Nuur Pare |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Acara-kelulusan-angkatan-pertama-SMA-Dharma-Wanita-1-Pare.jpg)