Kementerian Pertanian Bersinergi dengan Kemensos dan Kemendes untuk Sukseskan Program BEKERJA
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menghadiri Rapat Koordinasi Program 'BEKERJA' (Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera) Tahun 2018.
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Edwin Fajerial
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menghadiri Rapat Koordinasi Program 'BEKERJA' (Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera) Tahun 2018, di Hotel Vasa, Jalan HR Muhammad, Selasa (7/8/2018).
Hadir dalam acara tersebut Gubernur Jawa Timur, Soekarwo dan perwakilan dari Kementerian Sosial dan Kementerian Desa.
“Kemiskinan ini tidak bisa diselesaikan oleh satu Kementerian atau lembaga saja tapi perlu dukungan dari Kementerian dan lembaga yang lain,” kata Amran.
Untuk itu Kementan menisenergikan program 'Bekerja' tersebut dengan Kemensos dan Kemendes.
"Kemensos lebih pada Bantuan Sosial, Kemendes pada aspek pengembangan produk dan pemasaran dan infrastruktur, sedangkan Kementan menekankan pada peningkatan produktivitas ekonomi masyarakat miskin di pedesaan," lanjut Amran.
Amran menilai “Program “Bekerja” yang dijalankan Kementan merupakan salah satu solusi permanen dalam pengentasan kemiskinan di pedesaan karena bisa meningkatkan aset produktivitas masyarakat pedesaan sehingga meningkatkan pendapatan RTM (Rumah Tangga Miskin).
Program 'Bekerja' ini memberikan bantuan berupa ayam, itik, atau kambing, serta bibit sayuran, buah-buahan dan tanaman perkebunan.
Sasaran Lokasi Program 'Bekerja' ini adalah 200 RTM di sepuluh provinsi yaitu Sumatera Utara, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan NTB.
Program ini diproyeksikan akan memberikan pendapatan bagi masyarakat sebesar Rp 5,2 trilyun selama setahun ke depan, atau 11,08 Triliun rupiah selama dua tahun ke depan.
Amran melanjutkan berdasarkan data BPS, total penduduk miskin per Maret 2018 sebenarnya sudah turun menjadi satu digit, yaitu 9,82 % atau 25,95 juta orang dari data September 2017 sebesar 10,12% atau 26,58 juta orang.
Dari jumlah tersebut 15,81 juta orang atau 61% berada di pedesaan dan 10,12 juta orang 39% di perkotaan.
Sedangkan dari RTM di perdesaaan, sekitar 65% yang bergerak di pertanian, atau sebesar 2,77 juta orang.
Dari data tersebut, Program 'Bekerja' ini akan disasarkan pada RTM yang berada di pelosok-pelosok desa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/menteri-pertanian-amran-sulaiman_20180807_194644.jpg)