Anggota DPRD Surabaya Walk Out Saat Paripurna Perubahan Nama Jalan Gunung Sari
Rapat Paripurna penetapan perubahan jalan yang dibahas dalam Pansus perubahan nama jalan diwarnai aksi walk out
Penulis: Nurul Aini | Editor: Januar
Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Nurul Aini
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Rapat Paripurna penetapan perubahan jalan yang dibahas dalam Pansus perubahan nama jalan diwarnai aksi walk out, Sabtu (11/8/2018).
Di antaranya Fatchul Muid, ketua Pansus Perubahan Nama Jalan yang sebelumnya telah menyanpaikan bahwa dirinya mengundurkan diri dari pansus dan Vinsensius Awey, politisi Partai Nasional Demokrat.
Awalnya Awey kembali menyatakan keberatannya dengan rencana perubahan nama jalan.
Jika pansus memutuskan untuk menyetujui perubahan nama jalan dalam paripurna maka lebih baik ia keluar.
• Tak Tersorot Media, Mantan Putri Indonesia Ini Rupanya Baru Saja Dinikahi Pria India, Intip Fotonya!
"Saya menyatakan tidak bertanggungjawab atas keputusan paripurna jadi saya akan wal kout. Apapun hasil paripurna saya tidak bertanggungjawab," kata Awey.
Muid yang sebelumnya telah menyampaikan keberatannya mengikuti Awey keluar dari ruang rapat paripurna.
Tamu undangan yakni dari Veteran dan LSM yang juga menolak pansus turut keluar ruangan.
"Saya merasa pansus terkesan dipaksakan. Pansus perubahan nama jalan ini belum selesai masih ada pihak yang belum dimintai pendapat tapi sudah dipaksakan selesai," kata Muid.
Politisi tersebut mengatakan Pemerintah Provinsi Jatim melalui Pemerintah Kota Surabaya terus mendorong perubahan nama jalan segera diselesaikan.
Padahal perdebatan perubahan nama jalan melibatkan warga khususnya orang-orang yang tidak ingin sejarah dikaburkan.
Setelah aksi walk out, paripurna yang dihadiri Wakil Walikota Surabaya, Wisnu Sakti Buana tetap dilanjutkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/rapat-paripurna-penetapan-perubahan-nama-jalan-di-surabaya_20180811_142814.jpg)