Mahasiswa di Surabaya Jadi Korban Begal Modus Interogasi, Motor Baru Lunas Raib Dicuri

Seorang mahasiswa teknik berinisial NA (20) menjadi korban pembegalan di Jalan Karang Menjangan, Kecamatan Gubeng, Surabaya, Sabtu (18/4/2026)

Tayang:
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Samsul Arifin
Istimewa
SITUASI LOKASI KEJADIAN - Dokumentasi foto Motor Honda Vario bernopol T-4599-SX milik Korban NA yang dihilang dibegal komplotan pelaku berjumlah diperkirakan lima orang, Jalan Karang Menjangan, Gubeng, Surabaya, Sabtu (18/4/2026) malam. 

Ringkasan Berita:
  • Korban kehilangan motor Honda Vario 125 baru lunas dan satu ponsel.
  • Pelaku berjumlah sekitar 4–5 orang menggunakan modus interogasi korban fiktif.
  • Korban sempat dipukuli dan ditampar sebelum kendaraan dibawa kabur.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Seorang mahasiswa teknik berinisial NA (20) menjadi korban pembegalan di Jalan Karang Menjangan, Kecamatan Gubeng, Surabaya, Sabtu (18/4/2026) malam. 

Akibatnya, korban mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah, karena motor Honda Vario 125 bernopol T-4599-SX yang baru dibeli lunas dan sebuah ponsel merek Redmi Note 11 milik korban raib dibawa kabur para pelaku berjumlah sekitar 4-5 orang. 

Ceritanya, Korban NA sedang membonceng teman semasa SMA berinisial IR untuk berkeliling Kota Surabaya. 

Korban NA menjemput Saksi IR dari Bandara Juanda. 

Rencananya, mereka hendak ke kampus NA di kawasan Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya, untuk salat magrib. 

Namun, sebelum itu, mereka makan di sebuah depot kawasan sekitar RSJ Menur, Kecamatan Gubeng, Surabaya. 

Baca juga: Incar Motor Petani yang Pergi ke Sawah, Dua Begal di Probolinggo Lemas saat Ditangkap Polisi

Dihentikan dan Diinterogasi Pelaku

Setelah itu, Korban NA mengajak Saksi IR melihat Kampus B Unair di kawasan Jalan Airlangga, Gubeng, Surabaya. 

Nah, tak dinyana-nyana, Korban NA dan Saksi IR didatangi oleh dua pria misterius berboncengan motor. 

Kedua pria misterius tersebut sekonyong-konyong menuduh Korban NA terlibat permasalahan perkelahian dengan salah satu kerabatnya di tempat lain. 

Pada momen tersebut, Korban NA dan Saksi IR dipaksa turun dari atas motor dan berjongkok di pinggir jalan. 

Lalu, tak lama kemudian, dua orang teman sesama komplotan tersebut datang dan melakukan intimidasi dengan menuduh Korban NA secara serampangan. 

"Tak lama kemudian 2 teman pelaku datang. Lalu kami dikelilingi dan diinterogasi 4 komplotan pelaku," ujarnya saat dihubungi awak media, pada Senin (20/4/2026). 

Nah, selanjutnya, para pelaku memaksa Saksi IR mengikuti mereka dengan cara dibonceng paksa ke suatu tempat yang jauh dari lokasi tersebut. 

Kemudian, giliran Korban NA dipaksa oleh dua pelaku menuju ke suatu tempat yang tak disebutkan. 

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved