Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Petakan Daerah Kekeringan di Jatim dengan Pakar, Khofifah akan Bangun Embung untuk Irigasi Sawah

Musibah kekeringan menjadi salah satu masalah yang setiap tahun terjadi di beberapa daerah di Jawa Timur.

TRIBUNJATIM.COM/ISTIMEWA
Khofifah Indar Parawansa menyapa kelompok petani Sukorejo, Jombang untuk melanjutkan navigasi program, Kamis (22/3/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Musibah kekeringan menjadi salah satu masalah yang setiap tahun terjadi di beberapa daerah di Jawa Timur.

Untuk mengatasinya, saat pemerintahannya nanti, Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa sudah menyiapkan beberapa solusi.

Saat menggelar rapat khusus dengan pakar air, Kamis (23/8/2018) Khofifah terlebih dahulu memetakan daerah persawahan yang rawan terjadi kekeringan karena jauh dari akses irigasi untuk dibuatkan embung-embung.

Usai Dilantik Tahun Depan, Khofifah Langsung Bangun 10 Pondok Pesantren Gratis

"Saat ini kita memiliki problem untuk mengatasi persawahan yang mengalami kekeringan saat kemarau. Maka saya bertemu dengan pakar air, beliau ini sudah ambil studi S3 dua kali di Prancis tentang air," ucap Khofifah.

Pakar tersebut, dikatakan Khofifah sudah pernah membuat pemetaan air dengan membuat sudetan di Bengawan Solo saat kampanye 2008 lalu dengan sangat detail.

Namun karena pemetaan tersebut sudah sepuluh tahun yang lalu, maka Khofifah memutuskan untuk melakukan pemetaan ulang, dan bukan hanya di sudetan Bengawan Solo, tapi menyeluruh di Jawa Timur.

Nantinya embung yang dibuat berukuran tidak terlalu besar yaitu embung yang cukup untuk mengairi 10 hektar sawah.

Hadiri Peringatan Kemerdekaan RI, Khofifah Pastikan Pendidikan untuk SMA/SMK pada 2019 Gratis

Hal ini dikarenakan agar dalam pengoperasiannya tidak perlu bantuan mekanik tambahan dan dilakukan secara mandiri oleh petani langsung.

Ia ingin petani bisa memaksimalkan fungsi gapoktan yang masih eksis di kalangan petani untuk mengoperasikan dan mengelola embung ini nantinya.

Sebab dari teknologinya juga dipilihkan yang bisa dioperasikan petani di sekitaran embung.

"Yang teknologinya masyarakat bisa tanggung jawab sendiri dan dikelola lewat gapoktan," imbuhnya.

Kandaskan Semua Lawan dalam Dua Gim, Ini Hasil Lengkap Wakil Indonesia pada Bulu Tangkis Perorangan

Diharapkan embung-embung ini akan menjadi solusi menjawab keluhan petani yang sering ia terima saat kampanye keliling Jawa Timur selama empat bulan.

Embung ini akan masuk dalam rencana pembangunan Jawa Timur jangka menengah, dan siap direalisasikan mulai tahun depan.

Terlebih saat ini juga sedang pembahasan RT RW baru Jawa Timur, sehingga fungsi pemetaan air ini dikatakan Khofifah juga sangat penting.

Di sisi lain, Khofifah menyebut, pemetaan kebutuhan air dan embung yang ia susun bersama pakar tersebut termasuk mendata sumber embung yang sudah ada di Jawa Timur.

Tak Hanya Beras Organik, Desa Lombok Kulon Bondowoso Juga Produksi Minyak Goreng dari Bekatul Beras

"Termasuk yang di Sedayu, yang luasnya sampai 40 hektare dan merupakan hibah dari swasta itu. Serta kita akan memasukkan pemetaan tanah yang potensial untuk dijadikan embung," lanjut mantan Menteri Sosial RI ini.

Rapat dengan pakar ini ia tegaskan tidak cukup hanya satu hari ini saja.

Namun ia juga akan kembali rapat esok hari, lantaran harus membuat pemetaan detail selain titik perencanaan embung, luasannya, serta kebutuhan anggarannya.

Yuk Follow Instagram TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved